KANAL

Magister Kesehatan STIKKu Sinergi Percepatan Vaksinasi

×

Magister Kesehatan STIKKu Sinergi Percepatan Vaksinasi

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya bersama-sama Magister Kesehatan STIKKu melakukan percepatan vasinasi Covid-19 di Sukaratu. (Foto: istimewa)

KAPOL.ID–Mahasiswa program Magister Kesehatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Masyarakat Kuningan (STIKKu) bersinergi dengan Dinas Kesehatan dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Tasikmalaya; melakukan percepatan vaksinasi Covid-19.

Kegiatan yang berlangsung di Desa Tawangbanteng, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya tersebut dalam rangka Program Pengabdian Masyarakat Magister Kesehatan Masyarakat STIKKu.

Pengabdian masyarakat sendiri bertema “Pemberdayaan kader kesehatan dalam upaya penguatan akselerasi vaksinasi Covid-19.” Seremonial pembukaan berlangsung di Sekretariat IBI Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (7/12/2021).

Sekdis Kabupaten Tasikmalaya, Iman Firmansyah mengugkap data kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Tasikmalaya mencapai 7.000 lebih. Sebayak 347 orang lebih meninggal dunia. Sementara vaksinasi di sejumlah kecamatan masih ada yang kurang dari 50 persen.

“Maka, Prodi Magister Kesehatan STIKKu ini jelas membantu meningkatkan suksesnya percepatan vaksinasi di Kecamatan Sukaratu. Mudah-mudahan tercapai sampai 70 persen,” harap Iman.

Iman juga mengapresiasi kegiatan tersebut. Bahkan menurutnya kegiatan tersebut melatih kader kesehatan saat terjun langsung ke masyarakat. Sehingga mampu berbicara tentang vaksinasi dengan sangat jelas dan terpercaya.

“Peran kader kesehatan menjadi ujung tombak di masyarakat untuk menangkal hoax atau berita yang tidak benar mengenai vaksinasi ini,” tandasnya.

Sementara Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan RSUD SMC, yang juga bagian dari mahasiswa Program Magister Kesehatan STIKKu, Adi Widodo mengaku pihaknya melakukan studi pendahuluan sehingga terjun membantu pemerintah dalam percepatan vaksinasi.

“Kami tergerak seperti ini karena menerima data dari Dinkes bahwa di desa ini capaian vaksinasinya masih di bawah 50 persen. Karena masih banyak warga yang ragu kaitan dengan informasi soal vaksinasi ini, apakah benar atau tidak,” ujar Adi.

Adapun wujud kerja sama dengan IBI, lanjut Adi, yaitu banyaknya bidan yang tergabung dalam IBI yang terjun mendampingi kader kesehatan di lapangan.

Sementara Dosen Pembimbing dan Ketua Prodi Kesehatan STIKku, Mamlukah menerangkan bahwa pengabdian masyarakat tersebut salah satu kegiatan praktek lapangan dua mata kuliah. Yaitu promosi masyarakat pedesaan dan inovasi pelayanan kesehatan.

“Jadi ini bukan hanya pengabdian masyarakat, tetapi mencakup kegiatan mahasiswa dan dosen. Melakukan pengabdian dan penelitian, tidak hanya mengajar saja. Kegiatan ini bersifat wajib,” tuturnya.

Adapun target akhir dari kegiatan tersebut, kata Mamlukah lebih lanjut, adalah membantu akselerasi vaksinasi di Desa Tawangbanteng, Kecamatan Sukaratu, segera tercapai. Karena bila mengandalkan tenaga kesehatan saja, berat. Mengingat Nakes terbatas.

“Maka dari itu, diharapkan melalui pemberdayaan kader kesehatan ini bisa menjadi kepanjangan tangan atau fasilitator dari fasilitas kesehatan kepada masyarakat,” tandasnya.