KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) – Dalam rangka mendukung terciptanya lingkungan kerja yang sehat, aman, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba, Fakhri Firman Nursabari, selaku Koordinator SPPG Kecamatan Jatinangor bekerjasama dengan BNN Kabupaten Sumedang menggelar penyuluhan relawan SPPG.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di aula desa Cikeruh yang dihadiri oleh jajaran forkopimcam dan para relawan SPPG Se-Kecamatan Jatinangor, Rabu (08/07/2026).
Beberapa bulan kebelakang, di Jatinangor ramai jadi perbincangan publik karena adanya kasus salah seorang relawan SPPG melakukan transaksi obat terlarang. Sehingga penyuluhan ini mengambil tema “Tertib Lalu Lintas dan Bahaya Narkoba”.
Dalam sambutannya, Koordinator SPPG Jatinangor, fakhri menerangkan bahwa para relawan akan diberikan edukasi tentang tertib lalu lintas dan bahaya narkoba oleh BNN Kabupaten Sumedang sembari Test Urine.
“Tujuan penyuluhan dan test urine ini sebagai upaya deteksi dini untuk memastikan relawan SPPG dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat secara optimal,” pungkasnya.
Camat Jatinangor, Endang Rohmayudi Menyapa dan menyambut baik para relawan.
“Kita berkumpul disini utamanya adalah bersilaturahmi supaya hubungan kita lebih dekat, ” Sambutan hangat dari camat.
Tugas dari relawan ini, lanjut Endang, bukan tugas yang sembarangan, tapi mempunyai tugas mengabdi kepada negara. Karena mbg ini merupakan program nasional dan kita tentu mempunyai bertanggungjawab kepada negara.
“Oleh karena itu, tidak hanya sebatas driver, cuci ompreng, dan yang lainnya, akan tetapi pekerjaan kita itu untuk menyiapkan generasi kedepan agar lebih bagus melalui penyedia bahan makan yang bergizi dan berkualitas,” terangnya.
Kapolsek Jatinangor, Kompol Rogers Thomas, menghimbau kepada para relawan SPPG yang bertugas mengantar (driver) harus mematuhi aturan lalu lintas khusunya memiliki SIM A.
“Sebab, kendaraan yang lalu lalang di Jatinangor ini cukup tinggi, rawan kecelakaan. Maka untuk menjaga ketertiban, keamanan berkendara selama bekerja (menyetir) harus membawa perlengkapan berkendara,” tuturnya.
Fakhri, mengimbau kepada para relawan SPPG untuk mematuhi aturan pelaksanaan MBG ini.
“Kita punya SOP. Ketika ada indikasi pelanggaran itu akan menjadi ancaman yang serius karena data ibu/bapak sekalian itu sinkron dengan intansi-intasi yang lainnya.”
Selain itu, tambahnya, sesama relawan harus lebih peka, saling mengingatkan satu sama lain, karena baik dan buruk nya berita yang muncul kita tentu akan kena imbasnya.
“Contoh kecil saja ketika ada masalah didapur pasti tetangga kita sendiri akan bercerita kepada relawan yang terdekat,”
Dengan adanya program ini, bahwa kita semua bersilaturahmi saling mendukung satu sama lain untuk mensukseskan program ini.
Subkordinator pencegahan dan pemberdayaan masyarakat BNN Sumedang, Ahmad Suhud, menyampaikan bahwa acara ini di gagas karena ada kasus yang begitu viral hingga muncul ide untuk test urine bagi para relawan.
“Kita sudah bekerja sama dengan korwil SPPG Kabupaten Sumedang untuk melakukan penyuluhan dan test urine para relawan Se-Kabupaten Sumedang,” ungkapnya.
Dikatakan, kita punya beberapa kecamatan yang ploting nya zona merah, termasuk Jatinangor. Ini adalah daerah sangat rawan penggunaan narkoba.
“Angka HIV di Jatinangor ini cukup tinggi, ada 7 orang yang positif HIV/AIDS. Ini menjadi keprihatinan kita. Bahkan ada yang mengindap HIV termuda yaitu usianya 12 tahun,” katanya.
Maka dari itu, hal yang kita lakukan sekarang ini guna pencegahan penyebaran penggunaan narkoba khususnya di Jatinangor di mulai dari para relawan SPPG. ***Helmi






