KAPOL.ID –
Peningkatan kasus positif covid-19 dalam sepekan terakhir di Kota Tasikmalaya masih belum diimbangi kepatuhan masyarakat atas imbauan pemerintah.
Kondisi tersebut sangat wajar, mengingat tidak diketahui sebaran kasus corona dari 27 kasus kumulatif yang sudah teridentifikasi positif per Sabtu 18 April 2020.
“Hari ini kan kita hanya melihat angka, tapi tidak tahu dimana-mananya. Setidaknya jika sudah ada di wilayah a atau b saja, mereka otomatis akan memproteksi dirinya sendiri,” kata Ketua PC PMII Kota Tasikmalaya, Pipin Hidayat, Sabtu (18/4/2020).
Proteksi diri itu, kata dia, salah satunya mematuhi imbauan jaga jarak dan menggunakan masker. Atau mengurungkan diri keluar dengan tetap berada di rumah.
“Masyarakat tidak minta macam-macam atau menyalahi kerahasiaan rekam medis. Cukup mengetahui sebaran kasus corona per kecamatannya saja, seperti daerah lain,” katanya.
Ia mencontohkan daerah Kabupaten Ciamis dan Bandung sudah melakukan lebih dulu. Data mulai sebaran kasus positif, PDP, ODP hingga Orang Tanpa Gejala (OTG) dibuka ke publik.
“Tidak sampai ke identitasnya, hanya wilayah kecamatan a sekian atau b sekian. Daerah lain saja bisa, kenapa di kita belum?”
“Jadi warga setempat lebih waspada, juga orang dari luar wilayah. Itu lebih efektif memutus mata rantai penularan,” katanya.
Pantauan KAPOL di pusat Kota Tasikmalaya, masyarakat belum seluruhnya menggunakan masker. Pergerakan kendaraan pun hampir normal seperti sebelum adanya imbauan dari pemerintah setempat.
Ketua Divisi Hukum Generasi Muda Nahdlatul Ulama, Nurjani mengatakan hanya memunculkan angka tanpa sebaran wilayah hanya akan menakuti masyarakat.
“Masyarakat saat ini sudah was-was dengan kondisi, tambah lagi angka-angka yang begitu fantastis. Ini kan jadi kontraproduktif,” katanya. ***












