Menakar Peluang Pariwisata Halal

ICMI Jabar Gelar Muzakarah

10

BANDUNG, (KAPOL) – Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jawa Barat menggelar muzakarah (diskusi) tentang Pariwisata halal di Café Brew & Chew, Kamis (9/5/2019). 

Menghadirkan narasumber Ketua Umum Gerakan Nasional Pecinta Pariwisata Indonesia, Dede Farhan Aulawi, yang juga salah seorang pengurus ICMI.

Menurut Dede, pariwisata halal sesungguhnya bagian dari industri pariwisata yang ditujukan untuk para wisatawan Muslim. Diharapkan saat melakukan perjalanan wisata mendapat pelayanan yang sesuai dengan ketentuan dan aturan Islam. Dimensi yang menjadi tolok ukurnya antara lain, mulai dari hotel, sarana transportasi, makanan, minuman, budaya dan objek wisatanya itu sendiri.

Istilah pariwisata halal semakin mengemuka akhir-akhir ini seiring dengan perkembangan pesat dunia kepariwisataan baik di tanah air maupun di dunia. Istilah parawisata halal yang didengungkan saat perhelatan World Halal Tourism Summit di Abudhabi tahun 2015 silam itu disambut positif berbagai kalangan.

Terminologi pariwisata halal harus dipandang dari sisi positifnya, yaitu fakta adanya segmen pasar yang berharap adanya tujuan wisata halal. Dalam konteks bisnis hal ini mau ditangkap sebagai peluang atau tidak? Di samping tentu bagaimana kita berfikir untuk memberikan layanan jasa wisata yang sesuai dengan ketentuan agama Islam.

“Jadi jangan dinilai sebagai tindakan untuk melakukan dikotomi bahwa jika ada wisata halal, maka yang lain akan dianggap haram. Bukan itu maksudnya, melainkan kecerdikan kita dalam mengelola peluang yang juga sesuai dengan keyakinan masing-masing,” katanya.

Dede juga menambahkan Indonesia sangat luas dan beragam. Konsep penerapan wisata halal belum tentu bisa diterapkan di semua wilayah republik Indonesia. Meskipun jika sudah mengerti dan memahami, bisa saja suatu waktu diterapkan selama menjadi jalan kebaikan buat semuanya.

“ICMI Orwil Jabar ini karena memandang bahwa konsep pariwisata halal bisa diterapkan di Jawa Barat, dan berharap agar pariwisata Indonesia semakin berkembang dan maju, yang pada akhirnya akan bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya. (Dardanella)

Diskusikan di Facebook