KAPOL.ID –
Pasca diketahui terbunuhnya DS (13) siswi SMPN 6 Kota Tasikmalaya, suasana di rumah kosong di Jalan Laswi Kota Tasikmalaya mendadak horor. Warga sekitar merasakan hal tersebut meski sebelumnya tidak mengetahui kejadian tragis yang menggemparkan masyarakat itu.
“Tidak ada sih kejadian yang aneh-aneh mah, cuma suasananya jadi keueung. Itu juga setelah mengetahui kejadian pembunuhan ternyata di sebelah,” kata Inta (67) warga Kampung Petir Cikalang Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya ini kepada KAPOL.
Inta bersama istrinya Rokayah (59) memang tinggal tak jauh dari lokasi kejadian pencekikan DS oleh ayah kandung (BR) akhir Januari silam. Posisi bangunan berdampingan hanya terhalang dinding.
“Sebelum dipasangi garis polisi dan tidak tahu ada pembunuhan di sebelah mah biasa saja. Cuma setelah rekonstruksi kemarin, suasana jadi keueung. Kadang ke wc juga minta diantar oleh istri,” katanya lelaki yang berprofesi sebagai pengelola pemancingan di belakang rumah kosong tersebut.
Bangunan bekas rumah makan yang tidak dihuni selama dua tahun terakhir menjadi saksi sadisnya perlakukan BR. Karena kesal tak cukup uang untuk tur studi ke Bandung sebesar Rp 400 ribu, BR terpaksa mencekik anaknya sendiri hingga tak bernyawa.
“Saya sendiri tidak mendengar apapun saat kejadian. Memang suasana di sini sepi kalau malam hari. Bengkel di sebelah juga hanya aktifitas sampai menjelang magrib,” katanya.
Ia menuturkan, banyak orang yang pulang memancing malam hari sering melihat sosok misterius di sepanjang Jalan Laswi. Namun hal tersebut terjadi jauh hari sebelum ada kejadian pembunuhan.
“Ada yang uncang-uncangan lah. Tapi saya tidak pernah melihat, karena sekarang magrib juga sudah tutup. Dan jarang keluar malam, langsung istirahat saja,” ujar Inta.
Pantauan KAPOL di sepanjang Jalan Laswi memang relatif sepi pada malam hari. Jalan sepanjang kurang lebih satu kilometer tersebut juga terdapat lampu penerangan jalan meski masih ada titik gelap. ***












