KAPOL.ID–Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya akan berusaha mengontrol stabilitas harga pasar. Salah satunya dengan menahan peredaran komoditas di dalam wilayahnya.
Dalam kata lain, sebisa mungkin para pedagang di pasar menjual komoditas hasil belanja dari petani-petani warga Kabupaten Tasikmalaya. Hal ini disampaikan oleh Wakil Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin.
“Supaya perputaran uangnya terus mutar di dalam. Kalau uangnya nanti ditarik ke luar, itu yang nanti menyebabkan inflasi,” terang Cecep, beberapa waktu lalu.
Meski belum dapat memastikan persediaan komoditas di dalam sebanding dengan kebutuhan masyarakat, tetapi Cecep sudah mendapat informasi akan adanya beberapa komoditas yang justru dijual ke pasar di luar Kabupaten Tasikmalaya.
“Misalnya di Cigalontang. Di sana banyak petani sayur-sayuran. Kebunnya luas-luas. Pas saya tanya jualnya ke mana? Katanya ke pasar Cikurubuk. Saya tanya lagi, kalau pedagang pasar Singaparna belanjanya dari mana? Ya, dari Cikurubuk,” lanjutnya.
Pola sirkulasi komoditas seperti itulah yang sedikit banyak memicu inflasi. Karena ongkos belanja menjadi lebih tinggi. Di samping itu, keuntungan pajak juga akan lebih besar masuk ke Pemerintah Kota Tasikmalaya.
Selain sayur-sayuran, Cecep juga menjumpai banyak peternak di wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Seperti peternak ayam, ayam petelor, sapi, kambing, dan lain sebagainya.
Untuk memastikan pedagang belanja barang dari mana, politisi PPP itu juga melakukan peninjauan ke beberapa pasar, beberapa waktu lalu. Salah satunya ke pasar Singaparna, yang lokasinya tidak jauh dari kantornya.
“Saya tanya, Ibu dari mana belinya? Katanya, dari orang Singaparna. Telur dari mana? Dari Leuwisari,” katanya saat berkunjung ke pasar Singaparna berdama Dinas Perindustrian dan Perdagangan.
Selepas itu, Cecep juga kembali turun ke lapangan bersama Dinas Pertanian, Peternakan, Pangan, dan Perikanan. Yaitu untuk berbincang dengan para petani tentang bagaimana persediaan hasil pertanian di masyarakat.
“Harus kita pastikan, apakah persediaan itu akan cukup untuk menyuplai kebutuhan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya atau tidak. Kalau tidak, nanti kita carikan solusinya,” tandasnya.












