KANAL

MUI Serukan Doa Istisqa, Karhutla Meluas dan Ratusan Ribu Warga Terserang ISPA

×

MUI Serukan Doa Istisqa, Karhutla Meluas dan Ratusan Ribu Warga Terserang ISPA

Sebarkan artikel ini
Wasekjen MUI Dr. Kh. ARIF Fahrudin, M.Ag

KAPOL.ID – Di tengah kepungan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), seruan doa untuk turunnya hujan menggema dari berbagai daerah. Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengajak umat Islam menggelar Salat Istisqa, memperbanyak istighfar, serta membaca Qunut Nazilah sebagai ikhtiar batin di tengah upaya pemadaman yang masih berlangsung.

Namun, doa juga harus berjalan beriringan dengan penegakan hukum. Pembakar lahan diminta ditindak tegas, menyusul dampak karhutla yang kian dirasakan masyarakat, mulai dari gangguan kesehatan, aktivitas pendidikan hingga perekonomian.

Wakil Sekretaris Jenderal MUI Pusat, Dr. K.H. Arif Fahrudin, M.Ag., menegaskan, ikhtiar lahir dan batin harus dilakukan secara bersamaan untuk menghadapi bencana tersebut.

“Pemerintah sedang berjibaku memadamkannya. Rakyat sedang kesusahan terdampak kesehatannya, lingkungannya terpapar polusi asap, pendidikan anak-anaknya terganggu, aktivitas perekonomian tersendat,” ujar Arif dari Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (16/10/2026).

Ia juga mendesak aparat penegak hukum mengejar pelaku pembakaran hutan dan lahan, sekaligus mengajak masyarakat memperkuat ikhtiar spiritual.

“Kejar pembakar lahan hutannya. Ikhtiar langit harus terus disertakan. Doa, istighfar, tobat, dan Salat Istisqa mari digelar. Hasbunallah,” katanya.

Seruan serupa disampaikan MUI di sejumlah daerah. Ketua Umum MUI Jambi, Dr. KH. Muhammad Umar Yusuf, MHI, bersama Sekretaris Umum Prof. Dr. H. Lukman Hakim, M.Pd., menerbitkan surat edaran agar jajaran MUI, pengurus masjid, ulama, dan pondok pesantren menggelar Salat Istisqa serta membaca Qunut Nazilah setiap Jumat.

Sementara itu, Sekretaris Umum MUI Kalimantan Selatan, Dr. H. Nasrullah AR, mengajak masyarakat memperbanyak istighfar dan berdoa agar musibah kebakaran lahan, kekeringan, serta kemarau panjang segera berakhir.

Gerakan tersebut juga dilakukan pemerintah daerah. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara menggelar Salat Istisqa di halaman kantor bupati, disertai doa bersama lintas agama.

Bupati Kutai Kartanegara menyebut doa bersama itu menjadi bentuk ikhtiar seluruh elemen masyarakat untuk memohon turunnya hujan.

Di Sumatera Selatan, Gubernur Herman Deru mengajak masyarakat melaksanakan Salat Istisqa di Griya Agung, Palembang.

“Upaya sudah kita lakukan secara harfiah, kita sudah berjuang semua pihak. Tentu kita memohon kepada Allah SWT untuk diberikan hujan,” ujarnya.

Salat Istisqa juga digelar jajaran Polsek Binawidya Padang dan Pemerintah Kabupaten Barito Utara.

Perusahaan Sawit Jadi Tersangka
Di tengah seruan doa, penegakan hukum terhadap pelaku karhutla terus berjalan. Bareskrim Polri menetapkan sembilan perusahaan sawit sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan. Tujuh perusahaan di antaranya berada di Kalimantan Barat.

Kasubdit III Dittipidter Bareskrim Polri, Kombes Pol Pipit Subiyanto, mengungkapkan, hingga Rabu (14/10/2026), tercatat 98 laporan polisi dengan total luas lahan terbakar mencapai 25.600,26 hektare.

“Total laporan polisi sebanyak 98 laporan polisi, sedangkan total luas lahan terbakar seluas 25.600,26 hektare, total tersangka adalah 9 tersangka,” kata Pipit.

Selain korporasi, sebanyak 223 orang juga ditetapkan sebagai tersangka dari 273 laporan polisi yang ditangani di 12 kepolisian daerah.

Sementara itu, penanganan karhutla di Kalimantan Tengah melibatkan sekitar 10.700 personel gabungan TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, dan relawan. Upaya tersebut didukung lima helikopter untuk operasi water bombing serta operasi modifikasi cuaca yang dilakukan siang dan malam.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kondisi di Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Riau, dan Jambi mulai membaik. Meski demikian, Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan masih menjadi wilayah prioritas penanganan.

Pemerintah juga berkoordinasi dengan Malaysia terkait tawaran bantuan untuk menghadapi bencana tersebut.

Ratusan Ribu Kasus ISPA
Dampak karhutla tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat. Kementerian Kesehatan mencatat 283.270 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tujuh provinsi terdampak selama periode 18 Agustus hingga 13 Oktober 2026.

Angka tersebut menjadi pengingat bahwa penanganan karhutla tidak bisa hanya berfokus pada pemadaman api. Penindakan terhadap pelaku pembakaran, perlindungan warga dari paparan asap, serta pemulihan lingkungan harus berjalan beriringan.

Di tengah kondisi tersebut, seruan para ulama menjadi penguat bagi masyarakat untuk terus berikhtiar dan berdoa.

Pemerintah dan petugas tetap berjibaku di lapangan, sementara aparat penegak hukum diminta memastikan pihak yang bertanggung jawab atas kebakaran tidak luput dari proses hukum.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru juga mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak dalam saling menyalahkan.

Kini, harapan masyarakat sederhana: hujan segera turun, api padam, kabut asap menghilang, dan anak-anak dapat kembali belajar dengan aman. Namun, upaya pencegahan serta penegakan hukum tetap menjadi kunci agar bencana serupa tidak terus berulang. (AM)