KAPOL.ID – Aula Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran (Unpad) Jatinangor menjadi saksi berkumpulnya para aktivis mahasiswa dari berbagai penjuru tanah air.
Mereka yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muslim Psikologi Indonesia (IMAMUPSI) menggelar agenda akbar Musyawarah Nasional (Munas) XX.
Perhelatan berskala nasional ini bukan sekadar ajang silaturahmi biasa, melainkan menjadi episentrum konsolidasi mahasiswa psikologi muslim se-Indonesia untuk merumuskan arah baru organisasi yang lebih berdaya dan beradab.
Tahun ini, Munas XX mengusung tema besar “Integrasi Psikologi dan Nilai Keislaman dalam Mewujudkan Kepemimpinan Mahasiswa yang Berdaya dan Beradab”. Sebuah tajuk yang mencerminkan komitmen kuat IMAMUPSI dalam melahirkan kader yang mumpuni secara sains namun memiliki fondasi spiritual yang kokoh.
Rangkaian kegiatan yang berlangsung selama empat hari ini dirancang secara komprehensif. Mulai dari Bandung City Tour pada 14 Mei sebagai pengenalan filosofi budaya ke ikon Jawa Barat seperti Masjid Raya Al-Jabbar, hingga agenda inti berupa Seminar Nasional dan Sidang Musyawarah Nasional.
Dalam Seminar Nasional yang digelar Jumat (15/5/2026), isu yang diangkat cukup krusial, yakni menyangkut ikhtiar psikologi Islam dalam merespons fenomena 28 juta jiwa masyarakat Indonesia yang mengalami masalah kejiwaan.
Ketua Pelaksana Munas XX, Armando Gani Muslim menegaskan, momentum ini menjadi ajang refleksi peran mahasiswa psikologi muslim di tengah masyarakat.
”Ini bukan sekadar seremoni, melainkan ikhtiar kolektif untuk membumikan nilai-nilai Islam dalam praktek psikologi di Indonesia. Kami ingin memastikan kepemimpinan yang lahir benar-benar berlandaskan integritas ilmu dan adab,” tegas Armando di sela-sela kegiatan.
Senada dengan itu, Ketua Korwil IMAMUPSI Regional 2 periode 2026-2027, Syahdan Azmi Asadulloh menyebutkan bahwa forum ini adalah wadah penguatan identitas.
”Di tengah krisis kesehatan mental dan moral, IMAMUPSI hadir untuk membuktikan bahwa Psikologi Islam berkontribusi nyata dalam membangun kepemimpinan masa depan,” ungkap Syahdan.
Pantauan di lokasi, suksesnya acara yang dihadiri sekitar 100 delegasi ini merupakan buah dari sinergi apik kepanitiaan lintas kampus besar. Tercatat, mahasiswa dari Fakultas Psikologi Unpad, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Universitas Muhammadiyah Bandung, hingga UNISBA bahu-membahu menyukseskan agenda ini.
Diharapkan, Munas XX ini mampu melahirkan kebijakan strategis yang menjadikan Psikologi Islam sebagai pilar penting dalam pembangunan manusia di Indonesia ke depan. ***






