KANAL

Narasi KH Miftah Faried Diusir saat Ceramah Dipastikan Hoaks, Keluarga Pasirbatang Manonjaya Buka Suara

×

Narasi KH Miftah Faried Diusir saat Ceramah Dipastikan Hoaks, Keluarga Pasirbatang Manonjaya Buka Suara

Sebarkan artikel ini

KAPOL.ID – Beredarnya potongan video di media sosial yang menarasikan penceramah kondang asal Manonjaya, KH Miftah Faried, diusir dari atas panggung saat memberikan tausiah dipastikan hoaks alias tidak benar.

​Dalam video berdurasi kurang dari satu menit tersebut, tampak seorang penceramah berpakaian putih didatangi dua orang di atas panggung yang memintanya turun. Di saat bersamaan, sejumlah warga di bawah panggung juga terlihat berteriak meminta sang penceramah menyudahi ceramahnya.

​Sontak saja, tayangan tersebut memicu gelombang reaksi dan kecaman dari masyarakat, khususnya warga Priangan Timur. Meski begitu, para jemaah dan warga tak lantas percaya bahwa sosok dalam video viral itu adalah penceramah asal Manonjaya.

​Hj. Euis, warga Singaparna yang mengaku sudah beberapa kali mengikuti pengajian KH Miftah Faried, menyangsikan kebenaran kabar tersebut. Menurutnya, materi dakwah yang disampaikan kiai asal Pasirbatang itu selalu menyejukkan.

​”Saya sudah dua kali mendengarkan ceramah Pak Kiai Miftah Manonjaya. Isi ceramahnya adem, tidak pernah provokatif. Makanya pas lihat video itu saya tidak percaya kalau beliau diusir karena ceramahnya memprovokasi. Itu pasti hoaks,” tegas Hj. Euis.

​Nada serupa disampaikan H. Ade Dasmana, warga Kecamatan Ciawi. Sebagai pihak yang pernah mengundang KH Miftah Faried dalam peringatan Maulid Nabi, ia mengaku paham betul karakter dakwah sang kiai.

​”Saya tahu persis karakter ceramah Pak Kiai Miftah. Beliau sangat santun dan bahasanya mudah dipahami jemaah. Mengenai video yang viral itu, kami yakin seratus persen bukan Pak Kiai Miftah dari Manonjaya,” ujarnya.

​Menanggapi gejolak informasi liar di media sosial TikTok tersebut, pihak keluarga akhirnya berikan klarifikasi resmi. Adik kandung KH Miftah Faried, H. Undang Banani, menegaskan bahwa sosok penceramah dalam video viral itu bukanlah sang kakak.

​”Kami perlu menyampaikan kepada masyarakat luas bahwa narasi yang menyebut KH Miftah Faried diturunkan saat ceramah itu tidak benar. Sosok di video itu bukan KH Miftah Faried dari Pasirbatang Manonjaya,” kata H. Undang saat ditemui di kediamannya di Kompleks Pondok Pesantren Miftahul Khoer, Manonjaya.

​Ia menjelaskan, selama ini KH Miftah Faried belum pernah menerima undangan ceramah di luar wilayah Jawa Barat. Sementara jika menyimak dialog dalam video yang beredar, logat bahasa yang terdengar kental dengan aksen Jawa.

​H. Undang menyayangkan ulah oknum tak bertanggung jawab yang menyebarkan narasi menyesatkan tersebut. Menurutnya, tindakan itu tidak beretika dan berpotensi merusak nama baik serta melukai perasaan para alumni, jemaah, dan simpatisan Pesantren Miftahul Khoer.

​”Kemarin sudah ada yang menghubungi kami secara langsung dan menjelaskan bahwa peristiwa pengusiran penceramah itu memang ada, tapi lokasinya di Jawa dan penceramahnya bukan KH Miftah Faried dari Manonjaya,” terangnya.

​Saat ditanya mengenai langkah hukum terkait penyebaran hoaks yang merugikan nama baik keluarganya, H. Undang mengaku pihak keluarga masih melakukan pertimbangan mendalam.

​”Untuk sementara ini kami memilih menahan diri dulu. Namun jika situasinya makin krusial dan merugikan, tentu kami akan mengambil sikap tegas,” pungkasnya (Adji Shg)