KANAL

Niat Bakar Rumput Kering di Kebun, Warga Culamega Tasikmalaya Ditemukan Tak Bernyawa

×

Niat Bakar Rumput Kering di Kebun, Warga Culamega Tasikmalaya Ditemukan Tak Bernyawa

Sebarkan artikel ini

KAPOL.ID – Musibah kebakaran lahan di wilayah Kabupaten Tasikmalaya kembali menelan korban jiwa. Tragis, Subana (57), seorang warga Kampung Culamega, Desa Bojongsari, Kecamatan Culamega, ditemukan tewas mengenaskan dengan kondisi tubuh hangus terbakar di kebun miliknya sendiri, Rabu (21/10/2026) siang.

​Peristiwa naas tersebut terjadi sekira pukul 11.30 WIB di RT 02 RW 01 Kampung Culamega.

​Kapolsek Bantarkalong, Iptu Agus Kasdili, menjelaskan berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, sebelum ditemukan meninggal, korban sempat berpamitan kepada sang istri untuk pergi ke kebun guna membersihkan rumput dan semak belukar.

​”Pada saat membersihkan rumput, kemungkinan besar korban membakar tumpukan sampah atau rumput kering tersebut,” kata Iptu Agus Kasdili.

​Nahas, lantaran cuaca di lokasi cukup terik dan disertai hembusan angin kencang, kobaran api dengan cepat membesar dan merembet melahap ranting kering serta pepohonan di sekeliling kebun.

​Diduga panik melihat kobaran api makin liar, korban berusaha memadamkan api menggunakan batang pohon pisang dan pohon kapol. Namun bukannya padam, kobaran api justru mengepung posisi korban.

​”Korban diduga tak kuat menghirup asap tebal yang membumbung. Apalagi menurut keterangan istrinya, korban memiliki riwayat penyakit asma. Korban kemudian pingsan hingga akhirnya ikut terbakar tanpa ada warga yang melihat,” terang Kapolsek.

​Jasad korban pertama kali ditemukan oleh dua orang warga setempat, Abdu dan Iwan, sekitar pukul 13.00 WIB. Saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan terlentang tak bernyawa dengan kondisi luka bakar hebat di sekujur tubuh.

​Sontak penemuan jasad hangus tersebut membuat kedua saksi kaget luar biasa dan langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar.

​Sekira pukul 14.30 WIB, jasad korban dievakuasi oleh petugas gabungan dari Polsek Bantarkalong, Koramil 1217 Bantarkalong, serta tim medis Puskesmas Culamega dibantu masyarakat setempat.

​Dari hasil pemeriksaan medis di lokasi kejadian, korban murni meninggal dunia akibat luka bakar berat dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau hal mencurigakan lainnya. Pihak keluarga pun menolak dilakukan otopsi serta menerima peristiwa ini sebagai musibah.

​Sementara dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), petugas mengamankan sisa-sisa tumpukan rumput kering, daun pohon albasia/akor, serta bambu kering yang terbakar, yang disinyalir menjadi titik awal munculnya petaka api. (Adji Shg)