KAPOL.ID – Kerinduan masyarakat Bandung terhadap pertunjukan kabaret berkualitas tampaknya bakal segera terobati. Sebuah kolaborasi akbar bertajuk “Sudah Jangan ke Jatinangor”, yang diadaptasi dari karya seniman nyentrik Pidi Baiq, siap menghentak panggung Dago Tea House pada 7-8 Februari 2026 mendatang.
Antusiasme publik pun tergolong luar biasa. Meski acara baru akan digelar bulan depan, sebanyak 1.500 tiket reguler dan resale dilaporkan ludes terjual. Fenomena ini seolah menegaskan bahwa kabaret masih memiliki taji di tengah gempuran konten digital dan film layar lebar.
Sutradara pementasan, Dimas Tri Aditio mengungkapkan, proyek ini bukan sekadar pertunjukan biasa, melainkan upaya untuk mengembalikan kabaret sebagai pilihan hiburan utama masyarakat.
“Kabaret itu sudah ikonik di Bandung. Kalau ngomongin istilah kabaret, itu sudah Bandung pisan,” ujar Dimas saat ditemui di Bandung, Rabu (14/1/2026).
Pementasan ini melibatkan sedikitnya 120 orang yang terdiri dari pemain, tim kreatif, hingga kru teknis. Menariknya, acara ini merupakan buah manis kolaborasi antara dua kelompok kabaret ternama, yakni Bosmat (SMA 7 Bandung) dan Sevacter (SMP 7 Bandung)
Sentuhan tangan dingin Dimas Tri Aditio dipadukan dengan racikan Tatan Oscar, sosok junior sekaligus rekan regenerasinya, membuat pertunjukan ini diprediksi tampil segar namun tetap mempertahankan pakem drama yang kuat.
Secara garis besar, “Sudah Jangan ke Jatinangor” menyuguhkan ramuan romantis komedi yang dibalut nuansa tragis. Alurnya terinspirasi langsung dari lirik lagu karya Pidi Baiq.
“Ceritanya berpusat pada perjuangan seseorang yang mencintai perempuan yang pindah kuliah ke Jatinangor. Kami pilih tema cinta karena universal, ada soal persahabatan, pengkhianatan, hingga hubungan dengan orang tua,” tambah Dimas yang telah malang melintang di dunia kabaret sejak masa SMA.
Sementara itu, Produser Pertunjukan, Argan Hasta Nugraha menyebutkan bahwa ide ini muncul dari potensi karya Pidi Baiq yang sukses di ranah film dan musik, namun belum pernah dijajal dalam format kabaret.
Ia tak menampik bahwa keberhasilan penjualan tiket juga dipicu oleh strategi pemasaran digital yang jitu. Salah satu konten di media sosial bahkan sempat viral hingga menembus 300 ribu tayangan di halaman FYP.
“Ternyata fans ‘Ayah’ Pidi Baiq sangat banyak, ditambah lagi penikmat kabaret yang memang rindu tontonan panggung. Ini menjadi perpaduan yang pas,” kata Argan.
Rencananya, pertunjukan akan digelar dalam lima sesi selama dua hari. Argan membocorkan, sesi malam pada hari Sabtu akan menjadi Special Show.
“Pidi Baiq direncanakan hadir langsung dalam sesi Special Show di hari Sabtu nanti,” ungkapnya.
Pementasan ini sekaligus menjadi penanda kembalinya Bosmat Sevacter ke panggung besar setelah perjalanan panjang empat dekade berkarya. Dengan pendekatan komedi dua warna khas Bosmat yang dipadukan drama emosional, penonton akan diajak bernostalgia sekaligus terhibur oleh aksi panggung yang energetik.












