KAPOL.ID – Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H, suasana khusyuk dan tertib menjadi prioritas utama di wilayah hukum Polres Sumedang. Di bawah komando AKBP Sandityo Mahardika, kepolisian resmi merilis Maklumat Himbauan Kamtibmas sebagai panduan bagi warga untuk menjaga kesucian bulan puasa.
Langkah ini bukan sekadar imbauan di atas kertas. Melalui Operasi Pekat Lodaya 2026, Polres Sumedang berkomitmen menyisir segala bentuk potensi gangguan keamanan yang kerap muncul selama bulan Ramadhan.
Pihak kepolisian menggarisbawahi enam poin krusial yang harus dipatuhi oleh seluruh elemen masyarakat: Stop Balap Liar,Jalan raya adalah fasilitas umum, bukan sirkuit. Konvoi dan balapan liar akan ditindak tegas demi keselamatan bersama.
Melawan tren negatif remaja, Polres menegaskan perang sarung bukanlah tradisi, melainkan pemicu tawuran yang membahayakan. Razia besar-besaran terhadap peredaran miras ilegal dan penyalahgunaan obat terlarang terus digencarkan.
Larangan menyalakan petasan diberlakukan guna mencegah risiko kebakaran dan menjaga ketenangan warga yang beribadah. Menjelang Lebaran, masyarakat diminta lebih proaktif menjaga lingkungan dari potensi aksi pencurian (Curat, Curas, dan Curanmor).
Tim khusus ini akan bergerak cepat menggagalkan potensi konflik di lapangan, termasuk patroli di titik-titik rawan tawuran. Warga Sumedang kini akan lebih sering menjumpai personel kepolisian di jam-jam rawan. Strategi preventif yang disiapkan meliputi:
Menjaga kelancaran arus lalu lintas dan keamanan di pusat-pusat keramaian serta pasar takjil. Memastikan lingkungan tetap aman saat warga sedang beristirahat maupun menyiapkan santap sahur.
“Mari kita jadikan Ramadhan tahun ini sebagai momentum untuk mempererat tali silaturahmi dan menjaga toleransi antarumat beragama,” tegas AKBP Sandityo Mahardika.
Dengan sinergi antara kepolisian dan masyarakat, diharapkan Sumedang dapat menjadi teladan wilayah yang aman, nyaman, dan penuh berkah selama satu bulan penuh ke depan.(GUH)












