BIROKRASI

Pamulihan Sumedang Targetkan Zero New Stunting, Diterapkan Kearifan Lokal Berbasis SPBS

×

Pamulihan Sumedang Targetkan Zero New Stunting, Diterapkan Kearifan Lokal Berbasis SPBS

Sebarkan artikel ini
Rembug Stunting Tingkat Kecamatan Pamulihan, Pemda Kabupaten Sumedang ***

KAPOL.ID – Rembug stunting merupakan forum musyawarah tingkat kecamatan, membahas dan menganalisa pencegahan stunting yang melibatkan berbagai unsur masyarakat, pemda serta pihak lain.

Camat Pamulihan, Mamat Hady Saputra mengatakan, Rembug Stunting diantaranya memecahkan masalah stunting di tingkat desa dan Kecamatan Pamulihan dengan jumlah penduduk 65 ribu jiwa.

“Rembug Stunting, membangun komitmen semua pihak untuk bekerja sama, meluruskan aksi dan kegiatan yang terukur serta terintegrasi upaya pencegahan stunting,” ujarnya.

Ada aksi, kata camat, sebuah komitmen bersam-sama menurunkan prevalansi stunting sekitar 8.2 persen yang targetnya zero new stunting.

Banyak pekerjaan, yang bisa dilakukan bersama-sama untuk menekan angka stunting.

Hasil rembug stunting, kata dia, dimasukan ke dokumen perencanaan dan ditindaklanjuti dalam RKPDes serta APBdes.

Proses kegiatan dalam rembug stunting diantaranya diskusi kelompok membahas arah secara mendalam.

“Masalah stunting di Kecamatan Pamulihan, masih tinggi yakni 8.2 persen. Kesadaran masyarakat ke fasilitas kesehatan masih kecil. Masih ada hamil di luar nikah yang berkontribusi kepada stunting di Pamulihan,” ucap dia.

Ada sudut pandang, kata camat, jika banyak anak banyak rejeki yang jelas itu berkontribusi kepada stunting.

Bahkan ada pendapat, ujar dia, unsur genetika atau turunan menjadi masalah stunting di Pamulihan.

“Setelah ada rembug stunting, targetnya tak ada lagi stunting baru. Itu kewajiban bersama untuk menekan jumlah stunting secara khusus di Pamulihan,” ucapnya.

Generasi Panca Waluya

“Kita ingin khususnya di Jabar terwujud generasi panca waluya atau generasi yang rajin, cageur, bageur, bener pinter tur singer,” ujarnya.

Generasi Jabar, kata dia, khusus di Pamulihan menjadi generasi yang Pancawaluya

Maka, ucap dia, harus diawali dengan zero new stunting yang sekarang 8.2 persen meskipun dibawah Kabupaten Sumedang sekitar 18 persen.

“Secara pribadi, saya mengucapkan terima kasih atas kehadiran semua, semoga kontribusinya mewujudkan generasi  Panca Waluya diawali zero new stunting,” ujarnya.

Rembug Stunting Berbasis Kearifan Lokal (SPBS), Wujudkan Sumedang Simpati Semakin Maju Menuju Indonesia Emas 2045.

Asisten Daerah Pemerintahan dan Kesejahteraan Pemda Sumedang, Dian Sukmara mengatakan generasi merupakan amanat Allah SWT.

Maka, kata dia, berbicara pencegahan stunting bukan lagi tugas pemerintahan tapi sudah menjadi amanat Allah SWT.

“Pemda Kabupaten Sumedang menyikapi permasalahan stunting berbasis Sumedang Puseur Budaya Sunda. Maksudnya, menjadi komitmen bahwa tata kelola Pemda Sumedang dalam kebijakannya mengangkat nilai kesundaan agar tak hilang ciri dan cara,” ujarnya.

Targetnya, kata Dian, jangan ada lagi di Sumedang yang stunting baru atau new zero stunting.

Pencegahan stunting, diantaranya kesadaran masyarakat maka harus memahami dan tanggung jawab dalam membesarkan anak.

“Sebagai upaya mencapai target tersebut, maka ada kewajiban serta tanggung jawab. pertama, kita tanggung jawab sebagai individu dan kedua sebagai mahluk sosial. Jika keduanya bisa tercapai dan benar-benar dipertanggung jawabkan, maka kesejahteraan pun akan tercapai,” ucapnya.

Cintailah diri sendiri, kata Dian, sesama, negara dan lingkungan termasuk generasi bangsa.

“Bagaimana caranya, kita harus bisa memenuhi kebutuhan protein saat ibu hamil dan anak menyusui,” ujarnya.

Terpantau ikut hadir, Forkopimcam Pamulihan, Asda Pemerintahan, para kepala desa, unsur pemerintahan di Kecamatan Pamulihan, Tokoh Masyarakat dan unsur media. ***