KAPOL.ID — Pimpinan Daerah (PD) ‘Aisyiyah Kabupaten Tasikmalaya, melalui program Inklusi, ikut terlibat dalam Munas Perempuan 2024, Selasa (26/3/2024). Kegiatan berlangsung secara daring dan luring.
Munas Perempuan 2024 sendiri merupakan aksi kolektif antara organ mitra Inklusi dengan Bappenas/KPAPO serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA). Dimana pesertanya adalah para perempuan akar rumput dan kelompok marginal dari 477 desa, 163 kabupaten/kota dan 35 provinsi.
“Kami mengikuti Munas Perempuan 2024 ini secara online atau daring. Pesertanya sangat banyak, lebih dari dua ribu orang, yang terdiri dari 90% perempuan dan 8.3% masyarakat disabilitas,” terang Ketua PD ‘Aisyiyah sekaligus Koordinator Program Inklusi Kabupaten Tasikmalaya, Rosmini.
Pada saat mengikuti Munas Perempuan 2024, sebanyak 17 kader ‘Aisyiyah Kabupaten Tasikmalaya yang bergiat dalam program Inklusi dan anggota Balai Sakinah ‘Aisyiyah (BSA) berkumpul di Aula MTs Muhammadiyah Singaparna. Aula tersebut berlokasi di Cikedokan, Singaparna.
Dari kegiatan tersebut, Rosmini mengaku mendapat pembekalan dari Plt. Sekretaris Kemenpppa, Titi Eko Rahayu. Salah satunya bahwa Munas Perempuan 2024 sangat strategis untuk memastikan terakomodasinya suara perempuan, kelompok rentan, dan kelompok marginal lain dalam perencanaan pembangunan; baik jangka panjang maupun jangka menengah.
“Menurut Plt. Sekretaris Kemenpppa, Titi Eko Rahayu, Ibu Titi; Munas Perempuan ini penting terutama karena berdasarkan fakta yang ada bahwa ketimpangan antara perempuan dan laki-laki dalam akses partisipasi dan kontrol manfaat pembangunan masih nyata,” lanjut Rosmini.
Sementara Ketua Panitia Munas Perempuan dari Organisasi Kapal Perempuan, Missiyah menyampaikan kalau Munas Perempuan 2024 tersebut mewadahi partisipasi aktif dan bermakna dari semua peserta. Pihaknya kemudian akan mengadvokasi usulan tersebut guna pengarusutamaan gender dalam dokumen RPJMM, Renstra Kementerian/Lembaga, RPJPD, dan RPJMD.









