KANAL  

Seorang Tokoh Aisyiyah Positif Covid-19, Muhammadiyah Sterilisasi Lingkungan yang Disinggahi

Sterilisasi lingkungan adalah salah satu upaya antisipasi penyebaran pandemi Covid-19. (Foto: kapol.id/Amin R. Iskandar)

KAPOL.ID–Seorang tokoh Aisyiyah Kabupaten Tasikmalaya terkonfirmasi positif Covid-19. Hasil swabnya keluar akhir pekan lalu. Sebelum kondisinya menurun, aktivitas yang bersangkutan masih tinggi.

Hingga Kamis (24/12/2020), yang bersangkutan masih sempat mengunjungi beberapa tempat. Antara lain berkunjung ke daerah Salopa. Juga masih berinteraksi dengan beberapa guru-karyawan di lingkungan pendidikan Muhammadiyah Singaparna.

Selang sehari, Jumat (25/12/2020), kondisi tokoh Aisyiyah itu mulai menurun. Karena semula diduga terserang tifus, yang bersangkutan sempat dirawat di klinik Aisyiyah Muhammadiyah Singaparna, Asy-Syifa.

Setelah melalui serangkaian penanganan medis, termasuk swab, baru diketahui bahwa pasien positif Covid-19. Saat hendak dilarikan ke RSUD SMC, tidak ada ruangan kosong. Pasien pun mengalami perawatan dan isolasi ti Puskesmas Tinewati.

Untuk memutus rantai penyebaran virus korona, warga Muhammadiyah yang sempat kontak dengan pasien secara inisiatif mengisolasi diri.

Mulai Senin (28/12/2020), Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) bersama LazisMu melakukan sterilisasi setiap tempat yang sempat disinggahi pasien.

“Kita lakukan penyemprotan dengan disinfektan di klinik Asy-Syifa, rumah keluarganya, hingga kompleks pendidikan Muhammadiyah Singaparna,” ujar Mamat Kohimat, Wakil Ketua Lazis Muhammadiyah Kabupaten Tasikmalaya.

Penyemprotan di lingkungan amal usaha Muhammadiyah itu, kata Mamat, adalah bagian dari langkah antisipatif. Takut-takut masih ada sisa-sisa virus yang nyangkut.

Mamat juga berharap agar warga Muhammadiyah tidak panik. Selain perlu lebih meningkatkan kewaspadaan, warga juga perlu saling membantu membesarkan hati siapa pun yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Ini bukan aib. Yang positif Covid-19 tidak boleh kita biarkan berjuang sendiri. Perlu didorong agar kembali sehat, kembali sembuh. Tidak boleh kita kucilkan,” Mamat menandaskan.