KAPOL.ID – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Sumedang melaksanakan Rapat Koordinasi Pimpinan Cabang (Rakorcab), bertempat di Aula PCNU Sumedang, Kamis (3/11/2022).
Diketahui, itu merupakan program PC GP Ansor sebagau upaya evaluasi dan konsolidasi organisasi.
Tema kegiatannya, “Katempo Ayana, Kadenge Sorana, Karasa Manfaatna”.
Rakorcab dihadiri semua PAC di Kabupaten Sumedang, KH Idad Isti’dad Ketua PCNU Sumedang, Dewan Penasehat GP Ansor sekaligus Katib Suriah PWNU Jabar KH.Sa’dulloh, Anggota Fraksi PKB DPRD Jabar H. Nasir, Ketua DPC PKB Sumedang Didi Suhrowardi, Ketua PC GP Ansor Sumedang Acep Komarudin Hidayat, Anggota Bawaslu Sumedang Luli Rusly dan Ketua KPU Kab.Sumedang Ogi Ahmad Fawzi.
Acep Komaruddin Hidayat, Ketua PC GP Ansor Sumedang tampak menyampaikan arahan kepada pengurus PC GP Ansor Sumedang dan PAC Sumedang.
“Saya sering teringat kata Kiai Nusron Wahid bahwa ada tiga poin penting selaku kader GP Ansor Sumedang. Diantaranya,
Kader Ansor harus mampu melahirkan kader hikmatal ulama yang bisa mempertahankan ilmu-ilmunya para ulama,” kata dia.
Kedua, harus mampu menyiapkan kader hukmatal hukam yang menggeluti dunia hukum
Itu, agar bisa membantu dalam menentukan kebijakan-kebijakan.
Terakhir, harus mampu masuk dalam ruang-ruang siasatal mul (yang berkiprah di bidang politik).
“Dengan politik dan dengan kebijakan kita mak akan lebih leluasa saat membantu masyarakat,” ucapnya.
Kader Muda NU khususnya Ansor, kader ulama dan aktifis yang harus mempertahankan ilmu-ilmu Nahdlatul Ulama, kebiasaan NU dan para kiai jangan sampai ditinggalkan.
“Kita harus menyiapkan kader yang memiliki teknokratif, kader muda NU juga dapat menjadi kader yang berkiprah di dunia politik,” kata Acep Komaruddin Hidayat.
Sementara, Ketua PC NU Kabupaten Sumedang Idad Istidad menyampaikan melalui Rakorcab diharapkan GP Ansor Sumedang ke depannya dapat lebih baik.
Juga, dapat bermanfaat di sisi masyarakat Sumedang termasuk ikut mensukseskan Pemilu 2024.
“Mudah-mudahan Ansor terdengar terasa adanya oleh masyarakat. Dan, menghasilkan sesuatu yang bermanfaat,” ujar KH. Idad Istidad.
Dikatakan, GP Ansor eksis di nusantara, di pemerintahan, di masyarakat, mengisi sendi-sendi dimasyarakat dari berbagai profesi, politik dan pondok pesantren.
“Mudah-mudahan GP Ansor Sumedang kedepannya lebih bergairah dan produktif dalam berorganisasi,” ujarnya.
Rakorcab GP Ansor diisi stadium general dan diskusi panel dari KPU dan Bawaslu Kabupaten Sumedang.
Katib Suriah PW NU Jawa Barat sekaligus Dewan Pembina PC Ansor Sumedang menyampaikan Stadium General dihadapan kader Ansor se-Sumedang.
“Stadium General penguatan militansi kader Ansor dalam berorganisasi,” ucapnya.
Tujuannya, agar semua menjalankan roda organisasi dengan sebaik-baiknya.
“Menjadi kader militan butuh proses, bukan hanya kemana-mana memakai baju Ansor, mau berjuang, mau menerima kesulitan, mau berperang dan tidak mudah menerima kenyataan,” kata KH. Sa’adulloh.
Tujuan militasi mendapat keberkahan, berhikmah di Nahdatul Ulama. Insya Allah ketika berkarir baik, menjadi pejabat dapat dicintai masyarakat,” katanya.
Dikatakan, GP Ansor harus berjuang untuk NU, kader pengurus Ansor, bukan anggota biasa dan memiliki visi misi yang sama dan ansor harus bersatu.
“Militasi harus dibangun dengan meningkatkan intelektual kita, supaya tidak ketinggalan tingkat ilmu pengetahuan termasuk harus kreatif,” tegas KH Sa’adulloh.
Dari semua sikap mulai dari militasi, perjuangan dan kreatifitas hanya satu yang harus muncul menjadi motivasi kader Ansor, yakni untuk mendapatkan keberkahan dengan tawekal dan mengamalkan ilmu dari para kiai.
Sementara itu Anggota Bawaslu Kabupaten Sumedang Luli Rusly mengajak kader Ansor untuk ikut berpartisipasi menyukseskan pemilu serentak 2024.
“Pendidikan politik sangat penting bagi kader Ansor. Ansor sebagai lembaga otonom NU tentunya saya harap dapat menjaga demokrasi,” ujarnya.
Misalnya, dengan menjadi pemantau pemilu, pengawasan partisipatif bahkan tidak sedikit kader Ansor atau NU yang juga menjadi penyelenggara baik di KPU maupun Bawaslu.
Luli berharap kader Ansor yang ada di Kabupaten Sumedang untuk dapat aktif dalam Pemilu 2024 mendatang.
Terutama ikut mengawasi secara partisipatif tahapan Pemilu 2024.
Hal senada disampaikan Ogi Ahmad Fauzi selaku Ketua KPU Sumedang.
Ia mengatakan bahwa kader Ansor dapat ikut berpartisipasi dan berkompetisi dalam pemilu.
“Berpartisipasi dalam pemilu dapat dilakukan dalam 2 hal.
Yakni partisipasi dan kompetisi,” ujarnya.
Dikatakan, kader Ansor dapat membuat kajian akademis berdasarkan hasil Pemilu 2019.
Misalnya, berpartisipasi langsung menjadi penyelenggara dan berkompetisi untuk menjadi kontestan. ***












