KANAL  

Seleksi Pejabat di Indramayu, Disoroti Ketua LBH Ansor

KAPOL.ID – Hasil Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu telah diumumkan melalui pengumuman dengan Nomor: 017/PANSEL JPT-IMY/2021.

Berbagai pihak mulai mengomentari hasil yang ditunggu-tunggu sejak lama ini.

Salah satu pihak yang unjuk pendapat atas hasil seleksi tersebut adalah Lembaga Bantuam Hukum (LBH) Ansor Kabupaten Indramayu.

Melalui ketuanya, Afif Rahman, S.H., LBH Ansor menyoroti seleksi tersebut.

“Kami mengapresiasi seleksi terbuka ini. Seleksi ini menjadi salah satu indikator bahwa kepemimpinan Indramayu mulai memberikan porsi atas profesionalitas berbasis kemampuan,” jelas Afif di kantornya pada Kamis (12/8/2021) siang.

Seleksi yang berlandaskan Keputusan Bupati Indramayu Nomor: 800/Kep.057-BKPSDM/2021 ini, menurut Afif, memberikan ruang bagi birokrat yang memiliki kemampuan dan kapasitas untuk menempati pos tertinggi pada SKPD di lingkungan Pemkab Indramayu.

Dengan begitu pelayanan kepada masyarakat akan lebih optimal.

Karena lembaga birokrasi diisi oleh orang-orang yang kompeten pada bidangnya.

Untuk itu, Afif juga memberikan pendapat kepada Bupati Indramayu, Nina Agustina, untuk segera menentukan pimpinan tertinggi di SKPD tersebut.

Hal ini diperlukan agar roda birokrasi dibawah kepemimpinannya bisa segera berjalan lebih optimal.

“Kalau hasilnya sudah ada, lebih bagus lagi bupati langsung saja menunjuk peraih hasil seleksi tertinggi atau nomor satu itu,” ucapnya.

Menurut Afif, hal tersebut diperlukan agar bupati tidak terjebak pada kesan tunduk pada kepentingan tertentu.

Sebab pimpinan yang ditunjuk merupakan hasil seleksi yang berdasarkan pada kualitas, kapabilitas, dan kapasitas yang diuji oleh panitia seleksi.

Penunjukkan nomor satu secara otomatis juga menghindarkan dari kesan adanya politik transaksional yang bisa saja dialamatkan kepada bupati yang akan memilih nomor urut 1, 2, dan 3 berdasarkan hasil dari panitia tersebut.

“Dengan begitu tes kesehatan hanya bersifat sekunder saja dari penentuan pemilihan jabatan tertinggi SKPD ini,” pungkas Afif. ***