KANAL

Pemkab Garut Rencanakan Menutup Sementara Aktivitas PT Changshin

×

Pemkab Garut Rencanakan Menutup Sementara Aktivitas PT Changshin

Sebarkan artikel ini

KAPOL.ID – Pemerintah Kabupaten Garut berencana untuk menutup sementara seluruh aktivitas di lingkungan pabrik sepatu PT. Reksa Jaya (Changshin) yang berlokasi di Kecamatan Leles. Penutupan tersebut dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 di area kerja pabrik yang memiliki jumlah karyawan paling banyak di Kabupaten Garut.

Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman Senin (14/12/2020), menyikapi terjadinya kalaster Covid-19 dilingkungan Changshin yang sempat dilaporkan ada sebanyak 40 karyawannya yang terkonfirmasi positif.

“Sebenarnya kita pun sudah membuat surat, dan menugaskan Dinas Tenaga Kerja agar sementara waktu bisa menghentikan dulu aktifitas di lingkungan PT. Changshin, dan selama berhenti dilakukan dulu penyemrotan sterilisasi agar bisa dipastikan, seluruh area pabrik dalam keadaan steril,” tutur Helmi.

Helmi juga meminta, agar seluruh manajemen pabrik yang ada ada di Kabupaten Garut, khususnya PT. Chanshin yang memiliki ribuan karyawan untuk selalu meningkatkan komitmen dan konsisten dalam menerapkan protolok kesehatan.

Dengan jumlah karyawan yang cukup banyak lanjut Helmi, tetap saja, dilingkungan kerja, seluruh karyawan harus bisa menjaga jarak, tidak berkerumun, sering mencuci tangan pake sabun dan mengenakan masker.

Begitu pun katanya kalau sedang makan sambil duduk, selalu dibiasakan posisinya tidak berhadap-hadapan serta tidak melakukan kontak erat.

“Kalau semua itu sudah dilaksanakan maka kita anggap perusahaan sudah berprotokol kesehatan, dan kalau komitmen ini telah dilakukan maka seluruh karyawan sudah bisa masuk lagi seperti biasa,” tutur Helmi.

Tidak hanya itu lanjut Helmi, dengan jumlah karyawan yang cukup banyak, tentu akan semakin meningkatkan potensi terjadinya penyebaran virus Covid-19.

Karenanya ia meminta klinik perusahaan berperan aktif atau bisa bergerak cepat saat ada karyawan yang memiliki gejala agar langsung berkoordinasi dengan gugus tugas.

“Disinilah Klinik perusahaan pun harus berperan aktif secara rutin melakukan pemeriksaan ketat kepada seluruh karyawan yang masuk.

Jika ditemukan ada yang sakit atau tidak masuk kerja maka harus sesegera mungkin disusul ke rumahnya dan dilakukan pemeriksaan,” imbuhnya. ***