KAPOL.ID — Tingkat Pengangguran di Kabupaten Tasikmalaya mencapai 80 jiwa. Di samping itu, beberapa hari belakangan ada warga yang menjadi korban Tindak Pidana Penjualan Orang (TPPO) ke Kamboja.
Guna menanggulangi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, melalui Dinas Penanaman Modal dan Ketenagakerjaan menggelar Job Fair ke Turki, Rabu (14/1/2026). Bertempat di Islamic Center, Bojongkoneng, Singaparna.
Ribuan warga antusias mengikuti kegiatan tersebut. Mayoritas kalangan pelajar jenjang Sekolah Menengah Atas tingkat akhir.
Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi mengemukakan bahwa kegiatan Job Fair ke Turki merupakan aksi nyata pemerintah dalam merespon beberapa persoalan. Di antaranya karena banyak warganya menjadi korban TPPO.
“Kemarin banyak sekali warga kami yang menjadi korban TPPO dengan tujuan bekerja ke luar negeri tanpa prosedur yang benar. Maka hari ini kami sampaikan informasi valid dan terbuka,” ujar Asep Sopari.
Job Fair ke Turki sendiri baru tahap awal. Sebab menurut Asep Sopari, ke depan pihaknya akan menjalin kerja sama dengan semua negara-negara yang betul-betul membuka lowongan tenaga kerja untuk masyarakat Kabupaten Tasikmalaya.
Asep Sopari meyakini betul kalau dengan kegiatan Job Fair, informasi akan tersampaikan dengan valid. Sehingga warga Kabupaten Tasikmalaya tidak lagi tersesat dan tertipu oleh orang-orang yang memanfaatkan informasi yang kurang pasti.
Untuk kuotanya sendiri bisa sampai 500 ribu jiwa. Hal ini jelas dapat mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Tasikmalaya yang mencapai 80 ribu jiwa. Jika dapat berangkat setengahnya saja dari jumlah tersebut, bagi Asep Sopari itu sudah sangat luar biasa.
“Kami Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya jelas berusaha selalu konsisten menangani angka pengangguran. Mulai dari menggelar saresehan ketenagakerjaan, informasi ketenagakerjaan dan puncaknya membuka lowongan kerja seluas-luasnya,” lanjut Asep Sopari.
Adapun sektor kerja yang dibutuhkan relatif berbeda-beda untuk setiap negara. Misalnya untuk di Turki kebutuhannya pada sektor perhotelan dan pabrik, di Jepang pada sektor teknis kelistrikan. Selain itu juga ada lowongan bagi tenaga medis, perawat, driver, dan lain sebagainya.
“Nah, supaya tenaga kita kompeten, nanti akan ada pelatihan dulu. Kalau tidak ada pelatihan, nanti di sana mereka tidak punya skill apa-apa. Kami sudah bekerja sama dengan beberapa LPK dan BKK untuk itu,” tandas Asep Sopari.
Support KAPOL with subscribe, like, share, and comment
Youtube : https://www.youtube.com/c/kapoltv
Portal Web : https://kapol.tv/
Portal Berita : https://kapol.id/
Facebook : https://www.facebook.com/kabar.pol
Twiter : https://twitter.com/kapoltv












