WISATA

Pengunjung Kerkof Garut Terpukul Covid-19

×

Pengunjung Kerkof Garut Terpukul Covid-19

Sebarkan artikel ini
Kepala UPTD SOR Kerkop, Endang Rustandi, S.Ip.

KAPOL.ID – Sarana Olah Raga (SOR) Kerkof Garut terdampak Covid-19. Pengunjung melorot tajam. Kepala UPTD SOR Kerkop, Endang Rustandi, S.Ip., tidak menampik.

“Semenjak tejadi wabah covid-19 pengunjung Kerkof mengalami penurunan hingga sekitar 50%”, katanya.

Penurunan itu, kata Ensang diduga disebabkan pengunjung khawatir. Mengingat selama ini SOR Kerkof menjadi salah satu tempat pilihan bagi masyarakat Garut untuk berolahraga baik tua maupun muda, terutama di hari-hari tertentu yaitu Jumat, Sabtu dan Minggu atau hari libur lainnya.

Kemungkinan lainnya lanjut Endang, karena selama pemerintah menerapkan protokol kesehatan pintu masuk di gerbang Kerkof juga diperketat.

Namun kata Endang pernah juga ada beberapa pengunjung yang tidak mau mengenakan masker sehingga ia ngotot ingin masuk karena sudah membayar.

“Daripada kami pengelola yang disalahkan, akhirnya terpaksa kami mengembalikan lagi uang tiket yang telah dibayarnya,” tutur Endang.

Terjadinya penurunan tingkat pengunjung ke SOR Kerkop memang dipahami oleh pengelola. Tapi diakui Endang bahwa itu menjadi tantangan berat bagi dirinya yang baru menjabat enam bulan sebagai kepala UPTD. Pasalnya, selama ini SOR Kerkop punya kewajiban untuk menyetor PAD yang dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan.

Pada tahun 2019 katanya target yang harus dibayar sebesar Rp 600 juta dan tahun 2020 semenjak dirinya dipercaya menjadi Kepala UPTD naik manjadi 672 juta.

Agar PAD yang ditargetkan bisa tercapai, atau minimalnya tidak terlalu menurun drastis, lanjut Endang, terpaksa sebagai Kepala UPTD baru merasa bertanggung jawab dan harus berupaya mengadakan perubahan.

Walaupun diakuinya, ia terpaksa harus berupaya mengeluarkan anggaran sendiri sekitar Rp 80 juta, karena sampai saat ini belum ada anggaran khusus dari Pemda Garut untuk alokasi pembenahan pasilitas di Kerkof.

Agar pada hari Minggu tingkat kunjungan bisa meningkat kembali lanjut Endang, terpaksa, dia pun harus berupaya memindahkan sejumlah pedagang yang biasa memenuhi arena Kerkof hingga jalur lintasan.

Sebelumnya setiap hari Minggu Arena Kerkop selalu dipenuhi oleh para pedagang hingga cukup menganggu bagi pengunjung yang ingin berolahraga.

Tidak hanya itu lanjut Endang, terjadinya penurunan PAD juga karena memang, selama pandemi Lapangan Kerkop tidak pernah digunakan untuk arena hiburan.

“Padahal sebelumnya banyak juga perusahaan yang menggelar berbagai acara hiburan di Kerkop, dan hasilnya bisa menutupi kekurangan PAD dari tingkat pengunjung yang melakukan olahraga,” katanya. [Anang KN]