Connect with us

OLAHRAGA

Persepakbolaan Terdampak Corona, Restu Perses Sumedang di Rumah Saja

|

KAPOL.ID – Wabah virus corona yang menggemparkan dunia ini tidak hanya melemahkan perekonomian di bidang perdagangan saja.

Namun, wabah coron juga melemahkan dalam bidang olahraga.

Khususnya sepakbola, seperti yang kita ketahui, tidak hanya di luar negeri saja kompetisi sepakbola dihentikan.

Namun di Indonesia pun sama, sepakbola Indonesia khususnya Liga 1 dan Liga 2 resmi dihentikan sementara pasca ditetapkannya pandemi corona di negara kita ini pada hari Rabu, (22/3/2020) lalu.

Namun tidak hanya itu yang terkena dampaknya, akan tetapi seluruh kegiatan olahraga yang memakai sarana prasarana publik tidak diperkenankan untuk dipakai.

Maka dari itu, banyak sekali agenda yang sudah dipersiapkan jauh-jauh hari harus dibatalkan. Seperti turnamen sepakbola, turnamen futsal, tidak terkecuali persiapan Liga 3 Perses Sumedang yang bermarkas di Stadion Achmad Yani Ketib Sumedang.

Seperti yang di ungkapkan Restu Dharmawan, salah satu Pemain Perses Sumedang asal Jatinangor ini mengakui dengan adanya anjuran dari pemerintah untuk diam dirumah, maka ia hanya bisa mengikuti anjuran tersebut dengan melakukan latihan mandiri juga latihan ringan di depan rumahnya serta menjaga jarak terhadap orang luar.

“Saya dirumah tetap melakukan latihan ringan demi menjaga kebugaran fisik, walaupun tidak dipantau langsung, namun pelatih tetap memberikan materi latihan supaya semua pemain tetap bugar, dan kondisi sehat bilamana nanti wabah ini sudah hilang. Saya juga sudah kangen main bola di Ketib,” ucap Etu, sapaan akrabnya, sambil ketawa.

Etu juga aktif sebagai pemain futsal, beberapa waktu lalu setelah berakhirnya Liga 3 tahun 2019 ia beberapa kali mengikuti turnamen futsal di beberapa tempat. Seperti turnamen futsal bersama OWL Jatinangor dalam acara yang digelar Viking Jatinangor di Gor ITB, serta turnamen-turnamen lainnya yang diadakan di beberapa tempat berbeda.

“Di Jatinangor kan banyak lapang futsal, makanya sering main futsal juga, turnamen juga sama teman. Soalnya futsal juga mainnya tidak beda jauh dengan sepakbola, namun semenjak ada wabah corona, futsal juga jadi gak bisa,” katanya, Selasa, (7/4/2020) kemarin

Dia berharap semoga dunia lekas sembuh, corona cepat beres, terus buat para tenaga medis semoga selalu diberi kemudahan dan kesehatan.

“Buat teman-teman tetap jaga kesehatan semoga sehat selalu dan jangan lupa diam dulu dirumah jangan kemana-man,” ujarnya.

Selain Restu, ada juga Nizrina Fauziah Permana, pemain futsal wanita yang mengalami hal sama karena terkena efek dari wabah corona ini.

Caca sapaan akrabnya,juga salah satu pemain sepak bola wanita yang dipercaya menjadi captain tim Kecamatan Jatinangor dalam ajang Sepakbola Wanita Piala Wakil Bupati Sumedang 2019 lalu ini ikut merasakannya.

Menurutnya dengan adanya social distancing maka cukup merugikan, karena jadwal latihan menjadi tidak ada. Selain itu ada beberapa turnament baik resmi maupun non resmi ditunda sampai agenda tahunan juga banyak ditunda.

“Latihan juga dibatasi karena gak bisa bebas keluar, juga kalo mau fisik sendiri, paling di sekitaran rumah, apalagi kalo cewe kan banyak yang males malesan kalo latihan sendiri. Terus pas nanti latihan lagi pasti harus adaptasi lebih lama, ya tahulah cewe itu sedikit susah adaptasi lagi,” kata Caca yang kini masih bersekolah di SMA  Jatinangor ini.

Lebih lanjut, Caca juga menjelaskan, bahwa latihan dirumah dari segi sarana dan prasarana latihan juga terbatas.

“Pasti ada yang tidak punya alat untuk latihan, seperti bola, marker, dan juga yang lainnya. Jadi kebanyakan pemain sekarang pada off, kecuali ada program khusus dari pelatih yang diberikan,” pungkasnya. (Wawan Setiawan)***

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *