KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) – Ratusan ribu bobotoh tumpah ruah memadati sepanjang jalur bersejarah tersebut untuk menyambut konvoi skuad Persib Bandung dalam acara “Mapag Persib Juara.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejak pukul 08.00 WIB, kondisi di Jalan Asia Afrika sudah padat merayap. Nyaris tidak ada ruang gerak yang tersisa, bahkan untuk pejalan kaki sekalipun. Mulai dari badan jalan, trotoar, hingga sudut-sudut gang, penuh sesak oleh bisingnya yel-yel dan kibaran bendera dari para pendukung setia Pangeran Biru yang menantikan kedatangan rombongan pemain dari Gedung Sate.
Menariknya, massa yang datang tidak hanya didominasi warga Bandung Raya. Banyak di antaranya yang datang dari luar daerah, seperti Leuwiliang Kabupaten Bogor hingga Cikarang Kabupaten Bekasi. Mereka sengaja datang sejak dini hari dan memanfaatkan kantong-kantong parkir resmi, seperti di Jalan Dr. Soekarno, untuk memarkirkan kendaraan yang sudah dihias dengan ornamen khas Persib.
”Kami tidur di mobil, sengaja menginap di sini dari malam,” ujar Mamik Sutardi, salah seorang bobotoh asal Leuwiliang, Kabupaten Bogor, yang memboyong serta keluarganya demi momentum ini.
Mamik mengaku terus memantau pergerakan iring-iringan piala juara tersebut secara real-time melalui live streaming di media sosial. “Mantau di Instagram sama YouTube. Kalau posisi rombongan sudah dekat, baru kami merapat ke pinggir jalan,” tambahnya.
Hingga pukul 10.00 WIB, dilaporkan rombongan konvoi baru mencapai kawasan Bank Indonesia di Jalan Perintis Kemerdekaan (Vanda). Sesuai rute, para punggawa Maung Bandung dijadwalkan melintasi Viaduct, Jalan Lembong, sebelum akhirnya mencapai titik puncak perayaan di Jalan Asia Afrika untuk memamerkan trofi hattrick juara, dan menyudahi rute di Pendopo Kota Bandung.
Di balik euforia tersebut, padatnya lautan manusia sempat membuat sejumlah warga dan bobotoh membutuhkan penanganan medis akibat kelelahan dan sesak napas.
Menyikapi hal ini, Pemerintah Kota Bandung melalui Plh Kepala Diskominfo Kota Bandung, Andri Darusman, mengimbau dengan sangat agar seluruh bobotoh tetap mengutamakan keselamatan dan menjaga ketertiban.
”Kami mengimbau kepada bobotoh untuk mengutamakan keselamatan dan tidak memaksakan diri datang ke titik keramaian jika kondisi fisik tidak memungkinkan. Apalagi bagi yang membawa anak-anak kecil atau lansia. Keselamatan diri jauh lebih berharga,” tegas Andri Darusman d
Masyarakat juga diingatkan untuk tetap waspada menjaga barang bawaan berharga masing-masing. Bagi warga yang ingin memantau situasi lalu lintas atau perkembangan konvoi secara berkala, disarankan mengakses situs resmi pelindung.bandung.go.id atau kanal Instagram Humas Kota Bandung.
Jika terjadi kondisi gawat darurat di lokasi, bobotoh diminta segera menghubungi layanan darurat Bandung Siaga di nomor call center 112. (JM)






