KABAR POLISI

Polisi di Cimahi Bekuk Anggota Geng Motor Pembacok Mahasiswa

×

Polisi di Cimahi Bekuk Anggota Geng Motor Pembacok Mahasiswa

Sebarkan artikel ini
POLRES Cimahi berhasil menangkap kawanan berandalan bermotor pelaku pembacokan terhadap mahasiswa.

KAPOL.ID – Anggota geng motor yang melakukan pembacokan kepada warga di Kota Cimahi, berhasil dibekuk Polisi.

Aksi pembacokan terhadap korban berstatus mahasiswa itu, terjadi pada Senin (23/1/2023) sekitar pukul 02.00 WIB.

Lokasinya di Jalan Pesantren, Kelurahan Cimahi Utara, Kota Cimahi.

Kapolres Cimahi, AKBP Aldi Subartono mengatakan dua tersangka yang ditangkap masing-masing berinisial GS (23) dan AB (22).

“Para tersangka sempat melakukan perlawanan terhadap anggota Polisi. Sehingga, kami memberikan tindakan terukur,” ucapnya (9/2/2023) di Mapolres Cimahi.

Korban pembacokan tersebut yakni AR (19) yang mengalami luka bacok di kepala dan badan.

Sementara seorang rekannya berhasil menyelamatkan diri dari kejaran pelaku.

“Ada seorang pelaku lagi berinisial AFA yang masih buron dan dalam pengejaran petugas,” ucapnya seraya berucap identitasnya sudah dikantongi.

Aldi mengatakan, setelah menerima laporan pihaknya melakukan penyelidikan kasus tersebut.

“Hasilnya pada 3 Februari 2023 sekitar pukul 16.00 WIB, pelaku GS ditangkap di daerah Cibabat,” kata dia.

Sedangkan pelaku AB ditangkap sehari setelahnya sekitar pukul 23.00 WIB.

“Kejadian brutal geng motor tersebut berawal saat mereka menenggak minuman beralkohol. Mereka tersinggung, saat mendengar suara cacian yang dilontarkan beberapa anggota geng motor lain yang melewati mereka,” ucapnya.

Kemudian, mereka mencari anggota geng motor tersebut dengan berkeliling secara random.

Naas seorang mahasiswa berinisial AR (19) yang bukan anggota geng motor menjadi korban pembacokan karena berpapasan dengan para pelaku.

Meski korban telah mengaku bukan anggota geng motor, ketiga tersangka tetap menyerang ke korban.

“Akibatnya korban mengalami luka bacok di kepala dan punggung. Mereka melakukan pengeroyokan dengan menggunakan celurit dan juga pecahan genteng,” tuturnya.

Para pelaku dikenakan Pasal 170 ayat 2 KUHPidana, dengan ancaman penjara 9 tahun penjara. ***