oleh

Pos Layanan MDMC dan LazisMu di Mekarsari Sepatnunggal

KAPOL.ID—Sejak Kamis (15/10/2020), sehari pascamelakukan asesmen, Poskor Tanggap Darurat Dampak Bencana Banjir dan Longsor MDMC dan LazisMu membuka pos layanan (Posyan). Lokasinya di Dusun Mekarsari, Desa Sepatnunggal, Kecamatan Sodonghilir, Kabupaten Tasikmalaya.

Pada hari yang sama, Ketua Posyan, Aris Rifqi Bubarok berkoordinasi dengan pihak pemerintah kecamatan dan pemerintah desa setempat. Atas izin pemerintahan setempat dan warga, MDMC dan LazisMu menggunakan bangunan Madrasah dan Masjid Hidayatul Ummah sebagai pusat Posyan.

Di tempat yang sama, untuk beberapa hari pertama, ada juga relawan dari Dompet Dhuafa dan Nusa Charity. Bahkan sempat datang juga BPBD dan komunitas-komunitas lain.

Ada beberapa pertimbangan, sehingga Poskor MDMC dan LazisMu menentukan Dusun Mekarsari, Desa Sepetnunggal, sebagai titik Posyan. Antara lain karena pascalongsor pada Senin (12/10/2020), secara keseluruhan Desa Sepatnunggal terisolir. Sementara di sana banyak warga yang terdampak; baik langsung maupun tidak langsung.

“Nah, karena daerah itu terisolir, sedapat mungkin kami mau membantu warga untuk membuka akses jalan ke sana. Tentu sesuai dengan kemampuan kami,” ujar Muh. Ihsan, Ketua Poskor.

Relawan MDMC dan LazisMu bersama warga berupaya melakukan pemantauan kondisi longsor dari Gunung Pasirangin. Antara lain mengukur tingkat retakan yang sudah ada.

Di samping itu, informasi dari Camat Sodonghilir sehari sebelumnya, menjadi kewaspadaan tersendiri. Kata camat, sebelumnya sepatnunggal bukan daerah langganan longsor. Sementara tahun ini longsor di sana cukup besar, bahkan menyebabkan banyak rumah rusak berat.

“Yang terpenting untuk Sepetnunggal itu adalah pemantauan situasi, di samping pendampingan terhadap warga. Prediksi terburuk kami, Sepatnunggal ini dalam masa transisi, belum usai. Makanya, bantuan yang kami lakukan di sana bukan sebatas makanan,” sambung M. Ihsan.

Ratusan paket sembako memang sudah Poskor MDMC dan LazisMu siapkan. Bahkan sebagian sudah dikirim ke Posyan. Posyan juga membuka dapur umum, layanan pengecekan kondisi kesehatan warga, layanan psiko sosial, mengupayakan membantu hunian sementara (Huntara) warga yang rumahnya rusak, serta terlibat langsung dalam membersihakan puing-puing longsoran dan membuka salah satu akses yang tertutup.

Relawan MDMC dan LazisMu menyalurkan bantuan sembako kepada warga terdampak bencana. Saat menyalurkan bantuan, relawan langsung mendatangi rumah warga.

Pada praktiknya, atas dorongan PD Muhammadiyah Kabupaten Tasikmalaya, semua unsur dalam internal Muhammadiyah, selain MDMC dan LazisMu. Ortom, lembaga, dan majelis bahu-membahu dalam prinsip “One Muhammadiyah One Respon”: Aisyiyah, NA, PM, IMM, IPM, KOKAM, TS, LLHPB, HW, Mapala Arundaya, dan yang lainnya.

Kata Aris, Ketua Posyan, upaya yang dilakukannya tidak selamanya mudah. Dalam beberapa hari terakhir Posyan berupaya meyakinkan warga untuk selalu waspada. Karena curah hujan masih tinggi dan kondisi Pasirangin di barat perkampungan masih berpotensi ada dua longsoran.

“Alhamdulillah, sekarang warga sudah mulai mandiri. Kalau hujan turun, kita tidak harus lagi keliling kampung untuk mengajak warga mengungsi. Sekarang warga sendiri yang langsung mengungsi ke madrasah (tempat Posyan),” terang Aris, Rabu (21/10/2020).

[Tunggu Sambungannya]

Komentar