POLITIK

Prahara Restorasi di NasDem Tower: Mang Eep Dicopot Usai Tuding Ada “Demokrasi Sampah” dan Tantang Debat Surya Paloh

×

Prahara Restorasi di NasDem Tower: Mang Eep Dicopot Usai Tuding Ada “Demokrasi Sampah” dan Tantang Debat Surya Paloh

Sebarkan artikel ini

SUBANG, KAPOL.ID — Badai konflik internal menghantam Partai NasDem. Sengketa perolehan suara pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2024 berbuntut panjang hingga berujung pada pencopotan Eep Hidayat, yang akrab disapa Mang Eep, dari jabatannya sebagai Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Subang pada pertengahan September 2026.

Mantan Bupati Subang tersebut tak hanya kehilangan posisi kepemimpinan di daerah, tetapi juga melontarkan tuduhan tajam terkait praktik politik internal yang ia nilai telah menyimpang jauh dari spirit pembaharuan partai.

Akar perselisihan ini bermula dari dugaan manipulasi perolehan suara pada Pileg 2024 di Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat IX. Mang Eep, yang maju sebagai Calon Anggota DPR RI nomor urut 1 dari Partai NasDem, resmi melayangkan laporan ke Mahkamah Partai.

Berdasarkan rekapitulasi data internal yang dipegangnya, ia menuding telah terjadi pergeseran suara partai secara ilegal yang menguntungkan caleg sesama internal NasDem nomor urut 5, Ujang Bey.

Manipulasi tersebut disinyalir terjadi secara berjenjang di tingkat KPU Majalengka, Sumedang, hingga KPU Provinsi Jawa Barat, yang mengakibatkan posisi puncak Mang Eep tergusur oleh rekan separtainya sendiri.

Merasa laporan sengketanya tak kunjung mendapat penanganan yang adil dari Mahkamah Partai, eskalasi kekecewaan mantan politisi senior Jawa Barat ini pun memuncak. Mang Eep secara terbuka menyerang elite pimpinan di markas besar NasDem Tower dan menilai mekanisme penyelesaian sengketa internal di tubuh partai besutan Surya Paloh tersebut jauh dari prinsip transparansi maupun keadilan.

“Yang dilaksanakan di NasDem Tower itu bukan restorasi dan manifesto Partai NasDem, tapi demokrasi sampah,” tegas Mang Eep.

Tak berhenti pada kritik menohok, Mang Eep juga melontarkan gertakan politik secara terbuka. Melalui unggahan video di akun media sosial miliknya, Mang Eep Centre, pada Sabtu (26/9), ia secara langsung menantang jajaran elite DPP Partai NasDem, termasuk Ketua Umum Surya Paloh, untuk berdebat terbuka apabila keberatan dengan tuduhan yang dilayangkannya.

Menurutnya, jargon “Gerakan Perubahan” dan janji restorasi yang digaungkan ke publik pada praktiknya justru membalas perjuangan kader dengan pengkhianatan terhadap amanat suara rakyat.

Sikap vokal dan manuver politik tersebut berujung sanksi organisasi. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem mengambil tindakan tegas dengan mencopot Mang Eep dari kursi Ketua DPD NasDem Subang.

Pihak internal partai menyatakan langkah pendisiplinan diambil lantaran tindakan dan narasi yang dibangun Mang Eep dinilai telah melampaui batas serta melecehkan institusi dan kehormatan partai.

Pencopotan tersebut kian mempertegas jurang pemisah antara Mang Eep dan partai tempatnya bernaung. Ia menyayangkan perjuangannya menuntut keadilan di markas besar partai justru dibalas dengan pemecatan.

Hingga berita ini diturunkan, jajaran DPP Partai NasDem belum memberikan tanggapan resmi secara terperinci mengenai substansi tuduhan pergeseran suara maupun tantangan debat terbuka yang dilayangkan oleh Mang Eep.

Dinamika ini kian menambah daftar panjang penataan disiplin organisasi di tengah sengketa pasca-pemilu di tubuh partai politik nasional.***