Pramuka Harus Jadi Bagian Jurnalisme Warga yang Proaktif

IST

KAPOL.ID – Pengkuhan calon penegak (Pecapa) dilakukan Pangkalan SMKN 1 Kertajati Majalengka di Bumi Perkemahan Sindangkasih, Margatapa Kelurahan Cicurug, Kecamatan Majalengka, Jumat-Minggu (29/9-2/10-2022).

Acara tersebut berlangsung sangat meriah dan antusias. Hal itu ditandai dengan semangat dan disiplinnya siswa dalam mengikuti setiap jadwal acara yang telah diagendakan.

Ka Mabigus SMKN 1 Kertajati, Nana Surjana menuturkan, melalui kegiatan perkemahan ini, diharapkan para siswa semakin terasah 5 keterampilan dari
kegiatan pramuka seperti keterampilan fisik, keterampilan intelektual, keterampilan emosional, keterampilan emosional, dan keterampilan sosial.

“Selain itu pula diharapkan perkemahan ini dapat memberikan pengalaman adanya saling ketergantungan antara unsur alam dan kebutuhan untuk melestarikannya. Termasuk menjaga lingkungan dan mengembangkan sikap bertanggung jawab akan masa depan yang menghormati keseimbangan alam,” paparnya.

Menurut dia, kegiatan Pramuka sendiri sebenarnya sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu dan menjadi salah satu kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.

Manfaatnya pun diharapkan siswa menjadi lebih mandiri, melatih dan memupuk rasa disiplin, melatih dasar kepemimpinan.

Menumbuhkan semangat kerjasama dan gotong-royong, serta memupuk kepedulian pada sesama.

“Pada perkemahan ini diisi dengan beragam kegiatan antara lain, menjelajah, kreasi seni, permainan tradisional. Lalu, pelaksanaan api unggun. senam pagi, pelatihan tali menali, pengiriman berita dengan bendera. Serta kegiatan yang melibatkan unsur dari instansi lain seperti dari Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran, serta pelatihan jurnalistik dan sebagainya,” ucap dia.

Salah seorang narasumber dari Humas Kwarcab Pramuka, yang mengisi tema pramuka merupakan kantor berita, Jejep Falahul Alam.

Dia menjelaskan, pramuka harus menjadi bagian dari jurnalisme warga (citizen journalism) yang aktif.

Dengan cara pengumpulan, pelaporan, analisis serta penyampaian informasi ke publik.

Diharapkan dengan hadirnya jurnalisme warga ini pun, dapat menjadi salah satu gambaran dari perkembangan jurnalisme saat ini dan masa mendatang.

Warga pramuka dapat dengan mudah menemukan informasi yang sedang terjadi dan membagikannya melalui media sosial.

Akan tetapi harus berpegang pada UU ITE agar tidak terjerat ancaman hukumannya.

“Hanya dengan menggunakan smartphone, masyarakat dapat memberikan informasi melalui foto, video, ataupun audio. Pola penulisan atau laporanya agar lebih efektif menggunakan pola piramida terbalik dengan rumus 5W+1 H,” katanya.

Meskipun demikian, citizen journalism tidak bisa disamakan dengan jurnalis profesional.

Sebab, Citizen journalism hanya memberikan sedikit informasi terkait apa yang diberitakan dan bersifat umum.

Sedangkan, jurnalis mampu memberikan informasi yang lengkap karena memiliki ilmu jurnalistik, bekal pengalaman, dan menerapkan kode etik jurnalistik.

“Keunggulan hadirnya jurnalis warga murah, cepat dan mudah diakses serta memberi ruang untuk berpendapat, menggantikan jurnalis profesional untuk memberikan info awal. Namun kelemahannya banyak berita bohong, kualitas yang rendah, dan kurang profesional,” ujarnya.***