KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) – Mahasiswa Program Studi D3 Manajemen Pelayanan Rumah Sakit (MPRS) Institut Kesehatan Immanuel (IKI) Bandung sukses menyelenggarakan Webinar Nasional TEKNOBIZION 2026 bertajuk “Bigger Wins in Affiliate Marketing With AI”, Sabtu (18/7).
Kegiatan yang menjadi proyek akhir mata kuliah Teknologi Bisnis ini diikuti peserta dari berbagai kota di Indonesia dan menghadirkan dua narasumber yang berkompeten di bidang digital marketing dan komunikasi digital.
Ketua Pelaksana, Nur Syifa, mengatakan webinar tersebut tidak hanya menjadi ajang berbagi ilmu mengenai perkembangan teknologi digital, tetapi juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan teori yang telah dipelajari selama perkuliahan.
“Terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan. Kami juga menyampaikan apresiasi kepada dosen pembimbing, para narasumber, sponsor, serta seluruh peserta yang telah berpartisipasi sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik,” ujar Nur Syifa.
Ia berharap ilmu yang diperoleh peserta dapat menjadi bekal dalam menghadapi perkembangan industri digital yang semakin pesat serta membuka peluang baru di bidang bisnis berbasis teknologi.
Sedangkan selaku Dosen pengampu mata kuliah Teknologi Bisnis, Adi B. Wiratmo menjelaskan, bahwa penyelenggaraan webinar ini merupakan bagian dari pembelajaran berbasis proyek (project based learning).
“Mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep di dalam kelas, tetapi juga mempraktikkan penerapan model bisnis, pemanfaatan teknologi informasi sebagai aktivitas bisnis, digital marketing, pembuatan konten, hingga mempraktikkan teori yang dipelajari menjadi kegiatan berbasis proyek seperti webinar ini,” ucap Adi.
“Melalui proyek ini mahasiswa diharapkan mampu mengasah hard skill dan soft skill sebagai bekal memasuki dunia kerja, sekaligus belajar langsung dari para praktisi dan akademisi yang kompeten di bidangnya,” imbuhnya.
Pada sesi pertama, Dosen Telkom University, Dr. Adhi Prasetio, S.T., M.M., mengupas perubahan besar yang dibawa Artificial Intelligence (AI) terhadap dunia digital marketing. Menurutnya, strategi pemasaran kini telah bergeser dari sekadar mengejar jumlah kunjungan menuju membangun kepercayaan konsumen melalui konten yang relevan, autentik, dan memberikan nilai tambah.
Ia menjelaskan bahwa AI telah mengubah perilaku konsumen, dari mengandalkan mesin pencari menjadi memanfaatkan teknologi AI untuk memperoleh rekomendasi produk. Karena itu, pelaku bisnis perlu memahami pendekatan baru seperti Generative Engine Optimization (GEO) dan AI Snippet Optimization (AISO) agar konten lebih mudah dikenali sistem AI.
“Formula sukses di era AI bukan sekadar menggunakan teknologi, tetapi juga membangun kepercayaan serta memahami psikologi konsumen. AI adalah alat untuk meningkatkan produktivitas, bukan menggantikan manusia,” kata Adhi.
Sementara itu, pada sesi kedua, Educreator sekaligus Digital Communication Expert, Satria Andika Al Rasyid, S.Pd., menekankan bahwa keberhasilan dalam affiliate marketing tidak bisa diraih secara instan. Menurutnya, dibutuhkan proses yang konsisten mulai dari memilih produk yang tepat, membuat konten menarik, membangun kepercayaan audiens, hingga rutin melakukan evaluasi terhadap strategi yang dijalankan.
“Menjadi affiliate yang berhasil membutuhkan konsistensi, etika, serta kepatuhan terhadap aturan platform. Hindari spam maupun informasi yang menyesatkan agar kepercayaan audiens tetap terjaga,” ujarnya.
Melalui penyelenggaraan Webinar Nasional TEKNOBIZION 2026, mahasiswa D3 MPRS Institut Kesehatan Immanuel Bandung berharap semakin banyak generasi muda yang mampu memanfaatkan perkembangan Artificial Intelligence secara bijak dan profesional.
Selain memperluas wawasan tentang transformasi digital, kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu menghadirkan ruang pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri digital saat ini. (JM)






