SUMEDANG, KAPOL.ID – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Sumedang memberikan warna baru bagi dunia pendidikan di wilayah pelosok. Bertempat di Ranting 5 Kecamatan Conggeang, Kamis (30/4), ratusan warga menggelar aksi jalan sehat (Walkers) sebagai simbol kebangkitan pendidikan yang menyatu dengan denyut nadi masyarakat.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Anggota DPRD Kabupaten Sumedang, Hj. Yuslita Sumartini Bilqis, yang akrab disapa Bunda Bilqis. Kehadiran tokoh legislatif ini dipandang sebagai bentuk validasi terhadap aspirasi masyarakat pedesaan yang menginginkan transformasi pola pikir dalam ekosistem pendidikan.
Dalam sambutannya, Bunda Bilqis menyoroti perlunya memutus stigma lama yang menempatkan beban pendidikan sepenuhnya di pundak guru. Ia menegaskan bahwa inisiatif masyarakat Conggeang merupakan bukti nyata bahwa pendidikan adalah tanggung jawab kolektif.
“Peringatan Hardiknas di tingkat ranting ini membuktikan bahwa filosofi Ing Ngarsa Sung Tulada bukan sekadar pajangan buku sejarah, melainkan identitas yang mendarah daging di Sumedang,” ujar Bunda Bilqis optimis.
Ia menambahkan bahwa kehadirannya di tengah masyarakat bertujuan untuk menjemput aspirasi secara langsung dari wilayah pinggiran, guna memastikan kebijakan di tingkat pusat selaras dengan realitas di lapangan.
Kegiatan jalan sehat ini dinilai sebagai metafora pembangunan karakter generasi muda yang sehat secara fisik dan mental. Bunda Bilqis mencatat tiga poin krusial dalam momentum Hardiknas tahun ini:
Investasi Strategis: Menempatkan pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan daerah.
Pendidikan Organik: Memaknai Hardiknas melalui aksi nyata dan dialog di tingkat desa, melampaui seremoni formalitas.
Penguatan Karakter: Mendorong kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih humanis.
Keberhasilan perhelatan di Ranting 5 Conggeang diharapkan mampu menjadi pemantik bagi wilayah lain di Kabupaten Sumedang. Dengan semangat “menyalakan lilin dari pinggiran”, gerakan ini menunjukkan bahwa perubahan besar di dunia pendidikan seringkali bermula dari langkah konsisten di tingkat lokal.
Sinergi antara wakil rakyat dan swadaya masyarakat ini mempertegas komitmen daerah dalam mewujudkan Sumedang yang lebih cerdas dan berkarakter, bukan hanya dalam narasi administratif, melainkan melalui realitas nyata di tengah masyarakat.*(Teguh)*






