KAPOL.ID –
Rumah Ketua RW 3 Kampung Cidahu Kelurahan Sukajaya Kecamatan Purbaratu Kota Tasikmalaya dilempari batu oleh orang tak dikenal, Rabu (27/5/2020) malam.
Batu berukuran kepalan orang dewasa tersebut memecahkan kaca rumah. Beruntung dua anak yang berada di dalamnya tidak mengalami luka-luka.
“Saya posisi di tengah rumah, yang dilempari batu itu kamar. Anak saya kebetulan tidur di sana, dan terbangun seperti bermimpi.”
“Suaranya seperti gelas yang tersenggol lalu pecah. Kejadiannya sekitar jam 22.45 WIB semalam,” kata Ketua RW 3 sekaligus korban, Ade Deni, Kamis (28/5/2020).
Ia bingung gelas yang dicari-cari tidak ada dan melihat kaca jendela pecah. Lalu ada batu sebesar kepalan tangan di dalam kamar.
“Dari situ saya lari ke masjid dan mengumumkan melalui speaker masjid. Kalau yang belum istirahat, ayo kita ronda,” katanya.
Sontak warga sekitar pun berdatangan, lalu mencoba menelusuri pelaku pelemparan. Namun petunjuk yang didapat sangat minim.
“Di sawah dekat rumah ada jejak kaki seperti yang terpleset. Lalu portal cek poin PSBB di lingkungan juga ada yang merusak.”
“Anak juga tidak tahu ciri-ciri pelaku karena memang sudah tidur. Warga juga sama, hanya mendengar seperti ada kaca yang pecah,” jelasnya.
Ia tidak mau berspekulasi penyebab dugaan teror tersebut. Terlebih saat ini bersamaan dengan pembagian bantuan sosial terdampak covid-19.
“Di wilayah saya justru masyarakat menerima dan kondusif soal bansos. Kalau warga menduga ada efek pemasangan portal PSBB, mungkin saja,” katanya.
Ia pun sudah melaporkan kejadian tersebut ke polsek setempat dan babinsa. Bahkan aparat keamanan sudah melihat langsung ke lokasi dan meminta keterangan warga.
“Soal penyebab dan lainnya ada kepolisian yang berwenang,” ujarnya.
Camat Purbaratu Wawan Gunawan mengatakan kebetulan wilayah Sukajaya juga berbatasan dengan wilayah lain dan terpisahkan oleh Sungai Citanduy.
Dan kemungkinan keluar masuk orang sangat memungkinkan meski bukan jalur biasa digunakan warga.
“Saat takbiran kemarin, aparat juga membubarkan kerumunan sedang mengonsumsi miras.”
“Apakah ada kaitan atau tidak, saya juga masih menunggu informasi terbaru dari kepolisian,” katanya. ***











