Connect with us

BISNIS

Trafik Layanan Data Telkomsel Tumbuh Hingga 22,8% Selama Ramadan dan Idulfitri 2020

|

Momen Ramadan dan Idulfitri (Rafi) Telkomsel dengan secara konsisten tetap berupaya menghadirkan kenyamanan mengakses layanan terdepan terutama broadband berkualitas bagi pelanggan, terutama beraktivitas dengan cara-cara baru pada saat pandemi COVID-19, seperti beribadah, bekerja, belajar dan bersilaturahmi dari rumah.

KAPOL.ID – Momen Ramadan dan Idulfitri (Rafi) yang baru saja berlalu dimaknai oleh Telkomsel dengan secara konsisten tetap berupaya menghadirkan kenyamanan mengakses layanan terdepan terutama broadband berkualitas bagi pelanggan, terutama beraktivitas dengan cara-cara baru pada saat pandemi COVID-19, seperti beribadah, bekerja, belajar dan bersilaturahmi dari rumah.

Upaya Telkomsel dalam memberikan manfaat tersebut menjadi perwujudan komitmen perusahaan untuk terus bergerak maju menghadirkan solusi yang customer-centric di tengah masa yang penuh tantangan seperti sekarang. Hal ini pun tercermin dengan pemanfaatan layanan berbasis data tertinggi hingga 26,7 petabyte, atau meningkat sebesar 22,8% jika dibandingkan hari normal di tahun 2020.

“Telkomsel mengucapkan selamat merayakan Hari Raya Idul Fitri 1441 H bagi seluruh umat muslim di Indonesia. Semoga kita senantiasa diberikan rahmat dan kesehatan di momen spesial yang penuh rasa kebersamaan ini,” ujar Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro.

Menurutnya, Telkomsel memastikan seluruh pelanggan dapat tetap menjalin silaturahmi dan saling terhubung dengan orang-orang tercinta walau harus dilakukan dari rumah. Momen Lebaran tahun ini juga merupakan momen yang spesial, karena pada 26 Mei lalu Telkomsel genap berusia 25 tahun.

“Kami pun memaknai usia kami dengan penuh semangat untuk terus bergerak maju bersama masyarakat Indonesia dalam beradaptasi menjalani gaya hidup baru atau memasuki fase “The New Normal” di berbagai aspek kehidupan ini.” katanya.

Sepanjang momen Rafi tahun ini, secara persentase, wilayah operasional Telkomsel di Sumatera Bagian Selatan, Sumatera Bagian Utara, dan Jawa Barat mengalami peningkatan penggunaan layanan data, dengan pertumbuhan tertinggi sekitar 35% dibandingkan hari normal.

Sebagai kelanjutan dari imbauan Pemerintah RI agar masyarakat menunda mudik jelang perayaan Hari Raya Idul Fitri tahun ini sebagai langkah memutus mata rantai penyebaran virus COVID-19 di Indonesia, Telkomsel mencatat terjadi kenaikan trafik layanan data di sejumlah wilayah yang biasanya ditinggal oleh sebagian besar masyarakat untuk mudik Lebaran.

Wilayah operasional Jabodetabek. Pada Hari Raya Idul Fitri kali ini, trafik layanan data di Jabodetabek melonjak sekitar 60,9% dibandingkan periode yang sama di tahun lalu. Di sejumlah wilayah seperti Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jawa Timur yang biasanya menjadi destinasi utama mudik dan paling banyak menerima kedatangan pelanggan dari wilayah lainnya pada periode Rafi, pada masa pandemi ini mengalami penurunan kedatangan pelanggan sebesar -83% untuk wilayah Jawa Tengah, -77% untuk Jawa Barat, dan -83% untuk Jawa Timur.

Pada hari Idulfitri 2020, pelanggan Telkomsel juga lebih banyak memanfaatkan layanan komunikasi berbasis data sebagai sarana silaturahmi virtual sehingga mengalami kenaikan sebesar 75,4%. Sedangkan layanan video streaming naik 13,8% dan mobile gaming naik 83,7%, dimana layanan ini banyak dimanfaatkan pelanggan untuk mengisi waktu beraktivitas dan bersilaturahmi di rumah selama Lebaran.

Telkomsel juga mencatat, selama momen Rafi 2020 ini lima aplikasi berbasis digital yang paling banyak diakses pelanggan (secara berurutan) antara lain Youtube, Facebook, Whatsapp, Instagram dan Google Service. Platform media sosial sendiri secara keseluruhan menjadi layanan berbasis data yang paling sering diakses oleh pelanggan, dengan proporsi 30,8% dari total jenis layanan data yang diakses selama momen RAFI 2020.

Di sisi lain, layanan suara dan SMS mengalami penurunan trafik jika dibandingkan dengan hari normal. Trafik layanan suara turun sebesar -0,9% menjadi 1,1 Miliar Menit, sedangkan trafik layanan SMS turun -12,1% menjadi 495 juta SMS. Penurunan trafik pada layanan legacy ini terjadi akibat semakin kuatnya adopsi masyarakat dalam pemanfaatan layanan broadband dan digital, khususnya dalam berdaptasi dengan gaya hidup baru untuk mendukung produktivitas saat beraktivitas di rumah selama pandemi COVID-19 saat ini.

 

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •