SOSIAL

Sebalnya Pemilik Toko Saat Hari Pertama PSBB di Kota Tasik

×

Sebalnya Pemilik Toko Saat Hari Pertama PSBB di Kota Tasik

Sebarkan artikel ini

KAPOL.ID –
Hari pertama pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Tasikmalaya, penutupan sejumlah ruas jalan efektif menekan kerumunan di pusat kota.

Jalan HZ Mustofa yang biasa dikerumuni banyak orang, kali ini tak banyak terlihat. Bahkan sempat beredar video yang tersebar di media sosial digunakan bermain bola.

Dibalik suasana tersebut, ekspresi kesal justru terdengar dari pemilik toko yang tidak masuk dalam pengecualian diperbolehkan beroperasi.

“Saya tahu informasi harus tutup itu dari media sosial. Siap-siap saja ikuti aturan, itukan untuk semua bukan saya saja,” ujar pemilik yang enggan disebut namanya kepada KAPOL.ID, Rabu (6/5/2020).

Siang hari, tim gabungan menyisir dengan berjalan kaki ke toko-toko. Tak lama kemudian jajaran gugus tugas covid-19 melintas menggunakan kendaraan.

Termasuk di dalamnya Wali Kota Tasikmalaya, H. Budi Budiman toko mendadak tutup. Setelah iring-iringan lewat, sebagian toko ada yang kembali buka dan beroperasi kembali.

“Sebal saja, sedangkan di jajaran HZ sebelah selatan juga malah ada yang buka lagi. Tadi jam 10 pagi itu hampir semua toko buka,” katanya.

Wali Kota Tasikmalaya, H. Budi Budiman mengatakan, secara umum PSBB di hari pertama cukup baik. Hanya saja butuh sosialisasi dan edukasi yang lebih masif.

“Kalau di-persentase-kan, sudah 80 persen efektif. Tapi masih perlu sosialisasi yang kuat mana yang boleh beroperasi dan dikecualikan.”

“Petugas tetap tegas dan humanis saat memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat,” katanya.

Ketika ditanya masih ada toko yang beroperasi meski bukan yang dikecualikan, ia akan melakukan evaluasi PSBB selama tiga hari ini.

“Paling penting saat ini adalah partisipasi kesadaran dari semua agar covid-19 segera hilang. Karena ini untuk kebaikan bersama,” ujar Budi. ***