Sebanyak 35 Finalis Song Festival Pop dan Rock Edition Rebutkan Juara di Moon Terrace

IST

KAPOL.ID – Setelah dua tahun lebih terhenti akibat dampak dari pandemi Covid-19, dunia hiburan di Kabupaten Garut kini mulai menggeliat kembali.

Kerinduan pun dirasakan para pelaku, penggiat dan penikmat seni. Bukan hanya seni yang bersipat hiburan semata, tapi seni yang sipatnya loba pun cukup mendapat sambutan baik dari para pelaku dan penikmatnya.

Hal itu terbukti saat Moon Terrace Café dan Resto yang beralamat di Jalan Raya Samarang (Kampung Cilutung) Tarogong Garut menggelar kegiatan bertajuk Song Festival Pop dan Slow Rock Edition yang dilaksanakan selama dua hari, pada Sabtu dan Minggu (4-5/6/2022).

Meski diakui pantia bahwa waktu persiapannya cukup terbatas, tapi festival ini bisa diikuti sebanyak 63 peserta golongan putra dan putri dari berbagai kota/kabupaten seperti Jakarta, Purwakarta, Bandung, Tasik dan Garut.

Dalam babak penyisihan yang dilaksanakan pada Sabtu (4/6/2022), panita dan dewan yuri yang diketuai Rina Roslan dan Yosep Alpraja dari Bandung, Usep Matrik, Syarif Gea serta Rofik dari Garut berhasil menjaring sebanyak 35 peserta yang terdiri dari 15 peserta golongan putri dan 20 peserta golongan putra.

Ketua panitia, Ajang Hermawan menyebutkan, pengambilan jumlah finalis sebanyak itu karena juga sesuai dengan tuntutan dari HAPMI Jabar yang menyatakan bahwa kegiatan lomba ini harus ada sisi pembinaannya.

Karena peserta Song Festival Pop dan Slow Rock Edition ini tidak hanya diikuti para penyanyi yang sudah seringkali meraih gelar juara, tapi diikuti pula oleh kaula muda yang baru-baru, maka lanjut Ajang, sebagai pembinaannya, panitia dan dewan yuri sepakat memberikan kesempatan bagi yang baru untuk bisa meningkatkan kemampuan berloba dengan para seniornya.

“Bukan itu saja, sesuai tuntutan HAPMI sebagai follow up nya, untuk kedepan kami pun telah mengagendakan adanya hasil produksi dari kegiatan lomba ini, sesuai juga dengan tujuan kami untuk membentuk komunitas insan seni dari para peserta terdahulu hingga yang baru-baru sekarang sebagai ajang meningkatkan tali silaturahmi,” terang Ajang.

Dari sebanyak 35 peserta yang berhasil mengikuti babak final, kelima dewan yuri akhirnya memberikan penilaian untuk katagori putri masing-masing kepada Cici dari Bandung, Aneu dari Purwakarta dan Wulandari asal Tasikmalaya sebagai juara 1, juara 2 dan juara 3.

Sebagai harapan 1 hingga harapan 3 masing-masing diraih Kiki dan Rini (keduanya dari Garut) serta Vita (Bandung). Selain itu, terpilih juga Ririn sebagai juara favorite dan Lilis sebagai bina harapan, (keduanya dari Garut).

Sementara itu, untuk katagori putra, juara 1 sampai 3 masing masing diraih Tansah, Edi Edoy, dan Abah Ireng (ketiganya dari Garut) dan harapan 1 hingga harapan tiga masing-masing diraih Wendi (Jakarta), Rey (Bandung) dan Yuyus (Garut).

Adapun juara juara bina harapan untuk golongan putra berhasil diraih Andi K (Garut).
Selain para juara tersebut, dalam festival ini panitia dan dewan yuri pun sepakat memberikan penilaian kepada peserta bernama Sarah sebagai Best perfomer Rock.
Selain mendapatakan piagam dan viala, para juara pun berhasil mendapatkan uang pembinaan serta bingkisan dari panitia dan sponsor.

Nuansa penuh keakraban pun cukup dirasakan pada acara pembagian hadiah dan penutupan yang dihadiri Ketua HAPMI Garut, Drs. Ade Hendarsyah beserta rengrengannya.

Malam itu pesserta, panitia, para musisi Garut, sejumlah vocalis kahot, pencipta lagu hingga produser dan arrengger yang hadir mampu bersatu dan bersuka ria saling menumpahkan kerinduan diantara satu sama lainnya.

Terlebih kehadiran mereka malam itu dimeriahkan oleh Hard Flower ban pimpinan H. Tedy sebagai pemegang melodi yang merupakan grup ben ternama hingga saat ini di kota dodol dan menampilkan sejumlah lagu-lagu lawas yang masih akrab ditelinga kita bersama para vocalis ternama juga, seperti Nanang Bintik, Rumi dan yang lainnya.***