oleh

Sejumlah Mahasiwa dan Aktivis Lingkungan Turut Aksi Menolak UU Cipta Kerja dengan Membersihkan Sampah

KAPOL.ID – Banyak cara yang dilakukan masyarakat menggelar aksi mendukung unjuk rasa penolakan omnibus law UU Cipta Kerja.

Selain berorasi sambil menenteng spanduk ldan menyebarkan selebaran ada juga sekelompok yang mengekspresikan diri dengan menjalankan sepeda motor secara ugal-ugalan dengan suara knalpot yang bising tanpa menggunakan helm dan masker.

Mungkin mereka beranggapan, dalam situasi dan kondisi seperti itu petugas keamanan pun tidak akan berani memberikan tindakan seperti hari biasa.

Tapi di samping itu, tampak suasana kontras yang dilakukan sejumlah mahasiswa dan aktivis lingkungan hidup yang ikut serta dalam rombongan ribuan pengunjuk rasa pada Kamis (8/10)2020) tersebut.

Di tengah kerumunan, mereka justru melakukan hal yang berbeda dengan para pengunjuk rasa lainnya, yaitu berkeliling sambil menenteng kantong plastik memungut dan mengumpulkan sampah berupa gelas dan botol plastik bekas minuman di sepanjang arena aksi.

Lalu sampah-sampah tersebut mereka buang ke tampat penampungan sampah sementara, sebagian di antaranya ada juga yang diminta langsung oleh para pemulung yang biasa beroperasi di kawasan tersebut.

Saat dimintai komentarnya, Usep Ebit Mulyana, salah seorang aktivis lingkungan di Garut mengutarakan, ia bersama beberapa aktivis lingkungan lainnya memang sengaja ikut serta mendukung penolakan Undang-Undang Cipta Kerja bersama ribuan masyarakat lainnya yang terdiri dari para buruh dan mahasiswa.

Namun lanjut dia, karena biasanya setiap ada unjuk rasa banyak sampah bekas gelas dan botol minuman yang berserakan, maka dia bersama sejumlah aktivis lainnya sengaja merencanakan untuk menjadi relawan kebersihan dispanjanag arena aksi.

Hal senada diungkapkan pula oleh Ajeng Salsabila, salah seorang mahasiswi dari Fakultas Peternakan Universitas Garut. Dia mengaku sengaja ikut rombongan pengunjuk rasa, tapi setelah melihat banyak sampah plastik bekas minuman di area aksi, maka secara spontan hatinya terpanggil untuk bisa membersihkannya.

“Dengan cara begini, selain kita ikut serta mendukung ribuan buruh juga mahasiswan dan aktivis lainnya, sekaligus kita juga ikut serta membantu para petugas kebersihan dan masyarakat yang kesehariannya biasa mengais rezeki dari hasil memungut sampah-sampah plastik bekas minuman,” tuturnya. (Anang KN)

Komentar

Jangan Lewatkan