Sekali Operasi, Satpol PP Amankan Seribu Botol Minol dari Cipatujah

  • Bagikan
Dalam sekali operasi, Satpol PP langsung mengamankan hampir 1000 botol Minol; dari tiga titik di Kecamatan Cipatujah. (Foto: kapol.id/Amin R. Iskandar)

KAPOL.ID–Minuman beralkohol (Minol) banyak beredar di kawasan pesisir pantai Cipatujah. Sirkulasi penjualannya terjadi dalam skala lokal: mulai dari distributor, agen, penjual eceran, hingga konsumennya.

Operasi Satpol PP Kabupaten Tasikmalaya malam Senin (5/4/2021) bahkan berhasil mengamankan hampir 1000 botol Minol tak berizin, yang terdiri atas 21 merek. Sebagian banyak Minol jenis oplosan.

Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah (Kabid Gakda) Satpol PP Kabupaten Tasikmalaya, E. Koswara mengemukakan bahwa operasi yang pihaknya lakukan atas perintah pimpinan.

“Saat melakukan operasi, kami berkoordinasi dengan Muspika setempat. Faktanya sangat mengejutkan, karena ternyata peredaran Minol di sana dalam jumlah besar,” terang Koswara.

Hampir 1000 botol Minol itu, lanjut Koswara, hanyalah bagian kecil. Karena berdasarkan informasi yang pihaknya himpun, masih banyak yang belum terjaring.

“Kami sudah mendata sejumlah pihak dan mengantongi nama-nama yang memiliki keterkaitan dengan keberadaan Minol tersebut. Baik penjual, pembeli, maupun penyuplainya,” sambungnya.

Satpol PP melangsungkan Operasi Praja Wibawa itu di tiga titik: Alur, Pasanggrahan, Sindangkerta. Masing-masing titik disisir oleh satu tim. Operasi memakan waktu sekitar lima jam. Antara pukul 21.00 hingga pukul 02.00.

Yang terlibat dalam operasi antara lain Seksi Penyelidikan dan Penyidikan, Seksi PKP2M, serta PPNS. Satpol PP memastikan bahwa operasi terlaksana sesuai SOP. Sebagaimana tertulis dalam Permendagri Nomor 54/2011 tentang SOP Satpol PP.

Antara lain operasi dilakukan atas dasar perintah pimpinan, kemudian pengamanan barang bukti dilengkapi dengan surat pernyataan pemilik Minol. Yang bersangkutan juga mesti menyatakan komitmennya untuk tidak melakukan perbuatan serupa.

Pemilik Minol sendiri kini dalam pemantauan dan pembinaan. Jika dalam kurun waktu 15 melakukan perbuatan yang sama, maka akan dikenai Pasal 41 ayat 1 juncto Pasal 19 ayat 2 huruf a Perda nomor 3/2014 tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum.

“Sanksinya itu kurungan penjara paling lama enam bulan kurungan atau denda maksimal Rp 50 juta. Itu kalau kembali melanggar,” tambahnya.

Selanjutnya, barang bukti akan dimusnahkan sebelum Ramadan. Di samping itu, Satpol PP juga akan terus melaksanakan operasi secara gencar.

“Ini kami lakukan bukan hanya untuk memastikan Kabupaten Tasikmalaya bersih dari peredaran Minol, tetapi juga bentuk amar makruf nahyi munkar, apalagi menjelang Ramadan,” tandasnya.

  • Bagikan