KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) –
Pembentukan karakter peserta didik di tingkat sekolah menengah pertama (SMP) memerlukan keterlibatan aktif dan sinergi yang kuat antara pihak sekolah dan orang tua siswa.
Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala SMPN 73 Kota Bandung, Eva Afianti, M.Pd saat memberikan sambutan dalam agenda Sosialisasi Program Sekolah SMPN 73 Kota Bandung bersama orang tua siswa kelas 7.
Dalam kesempatan itu, Eva mengungkapkan bahwa porsi pembentukan karakter anak sejatinya sebagian besar dipengaruhi oleh lingkungan keluarga. Menurutnya, sekolah hanya memegang porsi kecil dalam proses penanaman nilai karakter tersebut.
”Berdasarkan penelitian, karakter anak di sekolah itu cuma 20 persen. Sisanya 80 persen dari rumah. Sekolah sifatnya membantu dari jam 7 pagi sampai jam 2 siang. Pendidikan utamanya tetap dari tangan Bapak dan Ibu di rumah,” ujar Eva. Jumat (24/7/2026)
Ia menjelaskan, anak usia 12 hingga 15 tahun berada dalam fase transisi dari sekolah dasar ke jenjang menengah yang mengalami dinamika perkembangan pesat, baik biologis, sosial, maupun emosional. Oleh karena itu, pendampingan orang tua sangat krusial.
SMPN 73 Bandung mengusung visi SIAP, yang merupakan akronim dari Santun, Intelektual, Agamis, dan Prestasi. Visi ini ditanamkan sebagai afirmasi positif harian kepada peserta didik.
Eva merincikan enam kesiapan dasar yang harus terus dibiasakan di rumah agar visi tersebut tercapai:
Kemandirian: Mampu menyiapkan keperluan pribadi seperti seragam hingga membiasakan membuang sampah pada tempatnya.
Kesiapan Rutinitas: Disiplin bangun pagi tepat waktu untuk beribadah dan memulai kegiatan sekolah pukul 06.45 WIB.
Adab dan Etika: Menjaga kesantunan tutur kata serta membiasakan penggunaan kata maaf, tolong, dan terima kasih.
Kemampuan Beribadah: Kemandirian dalam menjalankan ibadah harian, wudu, serta membaca Al-Qur’an.
Pengelolaan Sosial Emosional: Kemampuan mengendalikan emosi, tidak melakukan perundungan (bullying), dan menghargai keberagaman.
Kemampuan Akademik Dasar: Keterampilan membaca, menulis, serta berpikir kritis dan kreatif.
Meskipun tergolong sekolah baru di wilayah Babakan Ciparay dan saat ini belum memiliki gedung operasional mandiri, Eva menegaskan hal tersebut tidak menyurutkan semangat jajaran pendidik untuk memberikan pelayanan pendidikan terbaik.
”Perjalanan yang berliku ini insyaAllah membuat SMPN 73 semakin hebat dan kuat. Kami mohon doa dari seluruh orang tua agar proses pembangunan gedung sekolah sendiri dapat segera terealisasi,” tuturnya.
Acara dilanjutkan dengan pemaparan program dari para Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) bidang Kesiswaan (Jajang), Humas (Basar), Kurikulum (Syara), dan Sarpras (Emil), serta sesi dialog interaktif bersama para orang tua siswa. (AM)






