Siswa Asal Malaysia Menerima Beasiswa Belajar di SMK Bakti Karya Parigi

Siswa asal Malaysia
Sebanyak tiga siswa asal Malaysia bergabung menjadi penerima beasiswa Kelas Multikultural SMK Bakti Karya Parigi. Mereka tiba di Jakarta pada Sabtu (3/9) disambut oleh perwakilan yayasan dan sekolah.

KAPOL.ID – Sebanyak tiga siswa asal Malaysia bergabung menjadi penerima beasiswa Kelas Multikultural SMK Bakti Karya Parigi. Mereka tiba di Jakarta pada Sabtu (3/9) disambut oleh perwakilan yayasan dan sekolah. Setelah itu siswa akan mulai belajar di sekolah pada Sening (5/9). Mereka adalah Arwin Sudirman (17) Elisabeth Lerin (16) dan Febriones Filemon Panggu (15).

Menurut guru wali kelas X yang juga ikut menjemput siswa Rendi Setiadi, siswa ini merupakan peserta Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) yang mendapat beasiswa.

“Mereka merupakan peserta program GEMA Repatriasi 2022 yang digelar pemerintah Indonesia untuk menjembatani siswa lulusan CLC melanjutkan studi pada jenjang SMA/SMK,” tutur Rendi.

Community Learning Centre (CLC) merupakan pusat pembelajaran komunitas atau institusi pendidikan yang menyediakan pendidikan alternatif kepada anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berada di Malaysia.

Tahun ini, sebanyak 455 peserta didik dinyatakan lolos program GEMA Repatriasi dengan rincian 300 anak lolos seleksi sebagai penerima beasiswa ADEM dan 155 anak lolos seleksi sebagai penerima beasiswa yayasan dari 605 peserta didik yang tersebar di 583 CLC di Sabah, Sarawak, Kuala Lumpur, dan Johor Bahru. Peserta didik tersebut akan melanjutkan ke jenjang pendidikan menengah pada 96 sekolah mitra SMA dan SMK di Indonesia yang tersebar di 12 provinsi. Salah satu sekolah yang sejak 2018 menerima siswa anak PMI asal Malaysia ini SMK Bakti Karya Parigi.

Menurut kepala SMK Bakti Karya Parigi Athif Roihan Natsir, pihaknya setiap tahun memberikan kuota khusus untuk siswa dari berbagai CLC. Mereka dibeasiswaan seperti halnya siswa lain.

“Kami sudah 5 tahun memberi akses untuk anak PMI di Malaysia. Mereka memiliki latar belakang berbagai suku, agama dan daerah asal. Tahun ini dari 3 siswa, masing-masing berbeda agama. Mereka juga punya keluarga asal dari Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan dan NTT,” tutur Athif.

Menurut perwakilan program GEMA Repatriasi 2022, Firda Siregar, pihaknya menitipkan siswa kepada sekolah dengan harapan mereka kelah betah belajar di Indonesia.

“Kami titip siswa kepada yayasan dan sekolah yang telah memberikan kesempatan untuk para siswa belajar,” kata Firda saat penyerahan siswa di Jakarta.