Situ Denuh, Danau di Atas Gunung Putri Yang Menakjubkan

  • Bagikan

Dari kejauhan tidak bakal ada yang menyangka jika di atas Gunung Putri yang hijau dan rimbun terdapat sebuah danau yang indah.

Itulah Danau Denuh atau Situ Denuh dan warga setempat biasa menyebutnya Kawah Denuh yang berada di Kedusunan Mekarsari, Desa Bojongkapol, Kecamatan Bojonggambir Kabupaten Tasikmalaya.

Bahkan jika dilihat dari atas, Danau Denuh terlihat seperti peta Kabupaten Tasikmalaya. Lokasi dengan luas lebih dari 8 hektare itu menyimpan keindahan alam yang luar biasa. Airnya terlihat hijau dan tenang, meskipun kayu-kayu besar sudah jarang, namun tidak mengurangi keindahan alam Situ Denuh.

Situ Denuh masih menyimpan misteri. Karena cekungan di atas gunung itu tercipta bukan karena letusan gunung seperti danau lainya yang ada di atas Gunung. Bahkan tidak ada satupun aliran sungai yang mengalir ke Siti Denuh. Namun kondisi airnya tidak pernah surut apalagi sampai mengering meskipun terjadi kemarau yang panjang.

Pihak Desa Bojongkapol saat ini berencana untuk mengembangkan potensi Situ Denuh menjadi lokasi wisata unggulan di Bojongkapol yang dikunjungi banyak wisatawan. Saat ini Situ Denuh baru sebatas menjadi lokasi wisata mancing saja.

Sorga Para Pemancing

Di Situ Denuh banyak terdapat ikan baik itu ikan mas, bila, tawes, nilem Gabus dan ikan ikan lainya. Setiap hari banyak pemancing yang mengail ikan di Situ Denuh. Jika sedang mujur pemancing bisa mengangkat ikan besar hingga puluhan kilo.

Tidak hanya siang saja, warga banyak yang sengaja menginap di kawasan situ Denuh untuk memancing. Sekali turun warga bisa menghasilkan ikan dalam jumlah yang sangat banyak. Terutama ikan nila dan gabus.

“Kami ingin Situ Denuh ini dikembangkan menjadi obyek wisata unggulan di Bojongkapol bahkan di Kabupaten Tasikmalaya,” kata Kepala Desa Bojongkapol, Drs Nanang Tarudin.

Masih Jalan Setapak

Hanya saja akses jalan menuju kawasa Denuh masih berupa jalan setapak saja. Ada dua akase jalan yang bisa di pilih para wisatawan. Satu akses lewat wilayah Desa Cikuya Kecamatan Culamega dan satu lagi lewat wilayah Desa Bojongkapol.

Akses wilayah Desa Cikuya, sudah bisa dilewati dengan menggunakan roda dua. Sehingga pengunjung bisa membawa roda dua sampai pinggir Danau.

Sedangkan akses melalui jalan Desa Bojongkapol, harus ditempuh dengan jalan kaki sekitar 30 menit perjalana. Kendaraan roda dua bisa disimpan di perkampungan terakhir di wilayah Kampung Mekarsari.

Kemudian wisatawan berjalan kaki menyusuri jalan setapak. Keluar perkampungan wisatawan akan dimanjakan dengan kawasan Kebun jeruk yang begitu luas dengan pemandangan alam yang menakjubkan.

Turun sedikit ada hamparan sawah dan dimanjakan dengan air terjun Cikuda. Semakin jauh melangkah semakin dimanjakan dengan keindahan alam pedesaan yang air dan tentunya udara segar karena tidak ada pencemaran sedikit pun.

Lelah berjalan kaki menyusuri jalan setapak, wisatawan bisa istirahat sebentar di saung sawah milik warga. Ada beberapa saung yang bisa dijadikan tempat istirahat.

Setelah melintasi sungai yang jernih, kemudian menapaki terjalnya gunung putri yang masih asri. Jalan ini sudah biasa dimanfaatkan kendaraan ojeg palang untuk mengangkut hasil Bumi.

Baru setelah sampai puncak lelah perjalanan setengah jam akan terbayar dengan indahnya kawasa situ denuh. Oksigen yang dihirup pun terasa nikmat dan luar biasa.

“Kami sedang berusaha agar jalan menuju situ Denuh lewat Desa Bojongkapol bisa dibangun. Jadi pengunjung bisa lebih nyaman dalam menyusuri keindahan alam Bojongkapol terutama kawasan Situ Denuh,” katanya.

Anggota BPD Desa Bojongkapol, Iim Ruhimat sangat mengharapkan pihak Desa membangun situ Denuh menjadi kawasan wisata unggulan. Karena alam yang ada di situ Denuh sangat potensial untuk dijadikan obyek wisata alam.

“Kami sangat mendukung langkah kepala Desa, membangun Situ Denuh jadi obyek wisata unggulan. Karena dampaknya akan besar bagi masyarakat, ” katanya.

Jalan Terjal

Namun yang menjadi kendala saat ini akses jalan menuju Situ Denuh masih sangat terjal. Meskipun bagi para petualang alam liar akses jalan yang ada saat ini sangat menantang untuk ditempuh.

Rencananya, ke depan akan dikembangkan dia akses jalan menuju kawasan situ Denuh. Satu untuk para pejalan kaki dan satu akses lagi untuk para pecinta adventure dengan menggunakan kuda besi.

Untuk bisa dilalui kendaraan trail hanya tinggal membuka jalur sedikit saja. Karena sampai curug Cikuda kendaraan roda dua sudah bisa masuk.

Tinggal akses menyusuri areal pesawahan sampai aliran sungai saja yang belum bisa dilalui trail. Selebihnya sudah bisa dan saat ini ojeg palang sudah bisa masuk.

Kepala Wilayah Mekarsari, Momon berharap dalam waktu dekat Situ Denuh bisa berkembang menjadi obyek wisata alam unggulan di Kabupaten Tasikmalaya bahkan di Jawa Barat

Karena selain memiliki keindahan alam yang luar biasa, Situ Denuh juga kaya akan nilai sejarah. Di kawasan situ Denuh terdapat beberapa makam keramat yang antara lain
Eyang Mudik Batarakarang, Eyang Sembah Lodong, Embah Ibu dan Embah Panjang.***

  • Bagikan