KAPOL.ID –
Southern Leyte State University (SLSU) mulai menindaklanjuti kerjasama di berbagai bidang. Setelah bekerjasama bidang pendidikan dengan UPI Kampus Tasikmalaya dan Redef, kini mulai menjajaki dengan industri Tasikmalaya.
Setelah melakukan kunjungan ke perusahaan yang ada di Tasikmalaya. Seperti Tweely Bag, Kopi Siloka dan Lembaga Keterampilan MMA, Selasa (20/10/2026).
“Saya memiliki harapan dan ekspektasi yang tinggi agar kemitraan antara universitas di Filipina dan Indonesia ini dapat berkembang lebih jauh,” ujar Rektor SLSU, Jude A. Duarte, di UPI Kampus Tasikmalaya.
Ia mengatakan, potensi hubungan industri antara Tasikmalaya dan Southern Leyte cukup terbuka. Bahkan melampaui bidang akademik seperti progam pertukaran mahasiswa.
“Saya juga ingin melihat kerja sama ini berkembang melampaui bidang akademik. Juga sangat mengapresiasi karakter para pengusaha di Tasikmalaya.”
“Mereka masih muda, dinamis, berpandangan ke depan, tetapi tetap rendah hati. Saya sangat menyukai karakter tersebut,” katanya.
Pihaknya juga akan menghubungkan para pengusaha di Tasikmalaya dengan pengusaha lokal di Southern Leyte.
Dengan harapan dapat saling belajar, menyusun tolok ukur pengembangan usaha. Dan menemukan peluang bisnis antara Tasikmalaya dan Provinsi Southern Leyte.
Director International Partnership SLSU, Dr. Ingrid M Uy mengatakan, pada bulan Februari atau Maret tahun 2027, para mahasiswa akan magang ke perusahaan yang telah dikunjungi.
Setiap mahasiswa mendapatkan pengalaman internasional secara langsung. Dan membagikan pengalaman mereka kepada rekan-rekannya melalui seminar atau kegiatan berbagi pengetahuan.
“Saya berharap ini hanyalah permulaan. Ke depannya, kita dapat membangun kolaborasi yang lebih luas antara UPI, SLSU, dan dunia industri.”
“Saya yakin banyak hal yang dapat kita pelajari satu sama lain. Ada banyak peluang kerja sama antara Tasikmalaya dan SLSU yang bisa kita jajaki,” ujarnya.
Ekspor
Ketua Redef, Santi Nining Susanti mengatakan, ada sembilan perusahaan yang nantinya disiapkan untuk diikuti mahasiswa SLSU Filipina.
Rektor dan jajaran mengunjungi tiga diantaranya yakni dari industri manufaktur, food and beverage dan sektor pendidikan.
“Hasil kunjungan tadi berkembang kepada produk, bahkan meminta ekspor langsung ke Filipina. Pembicaraan tadi sudah sampai ke sampel dan spesifikasi produk,” jelasnya.
Saat mengunjungi Kopi Siloka, Rektor SLSU juga mendapati keunikan rasa kopi yang tidak ditemukan di Filipina. Dan mulai menjajaki kerjasama lebih jauh.
Begitu pula pendidikan bahasa saat mengunjungi lembaga keterampilan. Ada hal yang dapat dikolaborasikan untuk menyiapkan SDM berkelas internasional.
“Kami di Redef juga melihat ada potensi untuk mendukung pengembangan ekonomi daerah. Bagaimana mempertemukan dan menjembatani praktisi dan pelaku usaha.”
“Mahasiswa di SLSU cukup handal di bidang digital marketing, programer hingga IT. Dan bisa saling bertukar pengetahuan,” kata Santi.***









