KAPOL.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan tetap melanjutkan program SMS Cinta meski dinilai sebagian kalangan kurang berkenan. Melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Ahmad Yani, Rabu (26/02/20), mengatakan program tersebut akan dilanjutkan dengan melalui beberapa penyempurnaan.
“Kedepan kami akan membuat SOP yang jelas dalam pelaksanaannya. Sehingga, tidak terjadi hal seperti kali ini kedepannya,” katanya.
Sementara ini, kata Yani, peluncuran program tersebut baru disertai dengan petunjuk teknis pelaksanaannya. Sedangkan prosedur standarnya memang belum dibuat. Pihaknya mengaku masih merumuskan prosedur tersebut.
“Tentuna dengan mempertimbangkan berbagai masukan dari berbagai pihak,” katanya.
Dijelaskannya, program yang baru diluncurkan tahu 2019 lalu itu sebetulnya sangat sederhana dalam aplikasinya. Murid diharapkan dapat dibentuk kemandirian serta kesadaran kebersihan lingkungan sekolah dan sekitarnya.
Disinggung terkait adanya dugaan pungutan liar, Yani mengakui hal itu. Kendati demikian, setelah adanya masukan hal itu dapat diselesaikan dengan arif dan bijaksana.
“Kami sudah berkomunikasi tentang dugaan tersebut dengan Tim Saber Pungli tingkat kota. Hasilnya, pihak sekolah mencabut surat permintaan sumbangan kepada orang tua siswa sekaligus mengembalikan dana yang telah terkumpul. Maka dari itu, kedepan akan kami hindari hal sedemikian,” pungkasnya.












