Spanduk Kecaman dan Mosi Tidak Percaya Terpasang di Perempatan Jalan

TASIKMALAYA, (KAPOL).- Sejumlah spanduk bertuliskan “Reformasi Dikorupsi Diperkosa Negeri Sendiri #tolak RKUHP #MOSITIDAKPERCAYA #TSM”, “Panjang Umur Perjuangan” dan “DPR Kerja Tidur Bangun Ngawur” nada kecaman terhadap pemerintah lainnya di pasang di kawawan perempatan Jalan Otto Iskandardinata, Kota Tasikmalaya, Selasa (22/10/2019).

Spanduk dari kain warna putih berukuran sekitar 3 x 2 meter itu bertuliskan warna hitam dan merah dengan menggunakan cat sebrot (pylox).

Nampak jelas terbaca oleh pengendara jika dari arah Taman Kota tujuan Sutisna Senjaya ataupun Jalan Alun-alun Kota Tasikmalaya.

Namun jika bagi warga pejalan kaki tulisan itu sangat jelas terbaca dari arah manapun.

Salah seorang warga yang biasa berjualan di kawasan Alun-alun Kota Tasikmalaya, Wardi (45) menyebutkan, spanduk tersebut sudah terpasang di salah satu pagar ruko di perempatan tersebut sejak beberapa hari.

Ia tidak tahu persis kapan spanduk tersebut dipasang. Hanya saja sudah itu sudah cukup lama.

Kemungkinan spanduk tersebut merupakan spanduk mahasiswa yang melakukan aksi terhadap pemerintah dan korupsi yang saat ini masih merajalela.

Kemungkinan juga spanduk aksi penolakan RUU KPK yang saat itu santer dilakukan oleh mahasiswa dan sejumlah elemen lainnya.

“Yang saya tahu ada tiga spanduk yang terpasang. Tidak tahu persis siapa yang memasangnya, tapi itu sudah agak lama juga ada disitu,” katanya.

Sementara Wasekum bidang PTKP HMI Kota Tasikmalaya, Cep Lutfi Abdul Aziz menilai, terpasangnya spanduk nada kecaman itu sebagai salah satu aksi nyata, bahwa mahasiswa atau masyarakat yang peduli dengan kondisi bangsa ini masih tetap melakukan kontrol terhadap penguasa yang tidak berpihak kepada rakyat.

Juga masih tetap berada di garis depan dalam melawan ketidakadilan.

Ia juga menilai, pemasangan spanduk itu sebagai bentuk perlawanan dalam menyuarakan ketidakadilan yang hingga kini masih banyak terjadi.

Apalagi kasus korupsi yang masih marak sehingga menjadikan publik mosi tidak percaya.

Baik terhadap eksekutif maupun legislatif. Hal ini jelas spanduk kecaman itu sangat bagus untuk membangkitkan kekuatan mahasiswa.

Selain itu, secara tidak langsung spanduk yang menempel itu sebagai pengedukasian terhadap masyarakat, agar tidak terlena dengan janji-janji penguasa yang nota bene tidak memihak kepada kesejahteraan rakyat. (KP-07)***

Diskusikan di Facebook