SUMEDANG, KAPOL.ID – Gema takbir berkumandang membelah langit Sumedang, menyusup ke sela-sela jendela rumah, menandakan datangnya hari kemenangan yang fitri. Di saat ribuan warga bersimpuh memohon ampunan dan kemudian larut dalam hangatnya dekapan keluarga, sebuah pemandangan kontras tersaji di sudut-sudut jalan protokol kota.
Di tengah sepinya arus lalu lintas yang sesekali diselingi kendaraan pemudik, nampak sosok-sosok tangguh berseragam oranye dan kuning. Mereka tidak sedang mengenakan pakaian terbaik untuk bersilaturahmi, melainkan sedang menggenggam erat sapu lidi dan mendorong gerobak sampah.
Inilah “Pasukan Kuning” dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Sumedang para pejuang yang memilih tetap setia di garis depan demi menjaga marwah kebersihan kota, saat dunia seolah berhenti sejenak untuk berpesta.
Bagi sebagian besar orang, Lebaran adalah waktu untuk beristirahat. Namun bagi petugas lapangan DLHK, Lebaran justru menjadi momen “siaga satu”.
Berdasarkan laporan langsung dari lapangan, termasuk unggahan menyentuh dari Kepala Dinas LHK Sumedang, para petugas ini bahkan harus turun ke dalam gelapnya gorong-gorong yang tersumbat di wilayah Sumedang Utara.
Di saat tangan-tangan lain sibuk menyalami sanak saudara, tangan-tangan legam ini sibuk mengais sisa-sisa bungkus makanan, plastik, hingga kertas koran bekas alas salat Idulfitri yang menyumbat drainase.
Mereka bekerja dengan senyum tulus di balik masker, seolah mengatakan bahwa lelah mereka adalah mahar bagi kenyamanan warga lainnya.
“Kebersihan adalah bahasa kalbu yang paling jujur. Pasukan Kuning adalah penulisnya, yang melukis keindahan kota dengan tinta keringat, saat semua orang sedang tertidur dalam kenyamanan.”
Dedikasi ini bukan sekadar menjalankan kewajiban dinas, melainkan sebuah bentuk “Jihad Lingkungan”.
Mereka merelakan waktu berharga bersama anak, istri, dan orang tua di rumah. Tak jarang, peluh yang menetes di dahi mereka adalah simbol kerinduan yang ditunda demi memastikan publik mendapatkan haknya atas lingkungan yang sehat.
“Kami ingin saudara-saudara kita yang pulang ke kampung halaman atau yang sedang berwisata di Sumedang merasa nyaman. Kalau kotanya bersih, hati pun terasa lebih tenang merayakan Lebaran,” ujar salah satu petugas dengan napas yang masih terengah.
Sikap tanggung jawab yang besar ini adalah cerminan dari hati yang jernih. Mereka membuktikan bahwa bekerja bukan hanya soal upah, tapi soal pengabdian kepada sesama dan tanah kelahiran.
Namun, di balik dedikasi yang memukau ini, terselip sebuah catatan pahit. Masih banyak saluran air yang tersumbat akibat budaya membuang sampah sembarangan. Melalui pesan yang kuat, pihak DLHK mengingatkan kita semua: “Ayo Tunjukkan Akal Sehatmu!”.
Pesan ini merupakan teguran halus namun tajam bahwa menghargai Pasukan Kuning bukan hanya dengan kata-kata, melainkan dengan bertanggung jawab atas sampah kita sendiri.
Kini, wajah Sumedang tetap asri dan indah meski di tengah hiruk-pikuk arus mudik. Kehadiran mereka memastikan bahwa keindahan “Bumi Lingga” tidak tertutup oleh tumpukan sampah yang biasanya menjadi masalah klasik saat perayaan besar.
Terima kasih, Pasukan Kuning DLHK Sumedang. Karena goresan sapu saudara semua, Idulfitri tahun ini tidak hanya suci di dalam hati, tetapi juga tampak begitu bening di pandangan mata.
Kalian adalah pahlawan yang tak butuh tepuk tangan, cukup lingkungan yang bersih sebagai balasan atas ketulusan yang tak terhingga. (Teguh)***







