oleh

Tedi Gandara, Penggerak Pemetaan Partisipatif Desa Rajamandala Kulon

KAPOL.ID—Namanya Tedi Gandara, berusia 31 tahun. Sosok yang sederhana, dengan gaya rambut Ivy League Style. Murah senyum. Masyarakat Desa Rajamandala Kulon mengenalnya sebagai penggiat pemberdayaan masyarakat.

Tedi giat memberdayakan masyarakat dengan metode pemetaan partisipasi, yang menempatkan masyarakat sebagai pelakunya. Ia berupaya mengembangkan sumber daya masyarakat setempat untuk terus menjadi kreatif, inovatif dan mandiri.

Banyak bidang yang Tedi garap bersama masyarakat Desa Rajamandala Kulon. Antara lain pengelolaan sampah, budi daya ikan, pendirian perpustakaan umum, dan menciptakan teknologi tepat guna.

Kamis (15/10/2020), Pemerintah Desa Rajamandala Kulon menggelar kegiatan Pemetaan Partisipatif, berkolaborasi dengan patriot desa. Tedi Gandara diundang selaku nara sumber. Agenda yang bertempat di

desa rajamandala kulon dengan tema penggalian potensi dan masalah desa rajamandala kulon bertempat di Aula Kolam Renang Pelangi, Kp. Babakan Bandung, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat tersebut bertema “Penggalian Potensi dan Masalah Desa Rajamandala Kulon”.

Masing-masing satu orang orang tokoh RW, tokoh perempuan, dan tokoh pemuda dari empat kedusunan hadir. Pada kesempatan tersebut, Tedi membahasa hal ihwal yang selaras dengan Indeks Desa Membangun (IDM); yang meliputi dimensi sosial,  dimensi ekonomi, dan dimensi ekologi.

“Acara ini lebih pada memberikan stimulan bagi masyarakat. Karena sejatinya ada banyak sumber yang membantu dalam mengidentifikasi potensi dan masalah. Di antaranya mengenal dan memahami wilayahnya, sadar akan potensi dan masalah di wilayahnya, tumbuhnya rasa memiliki dan cinta terhadap wilayahnya, serta melakukan tindak lanjut bersama terhadap potensi dan masalah di wilayahnya,” ujar Tedi.

[Anwar Fasny]

Komentar