KABAR TNI

Tekan Risiko Kekeringan, Lanud Husein Sastranegara Sediakan Fasilitas Penerbangan untuk Operasi TMC

×

Tekan Risiko Kekeringan, Lanud Husein Sastranegara Sediakan Fasilitas Penerbangan untuk Operasi TMC

Sebarkan artikel ini

KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) – Lanud Husein Sastranegara all out memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di wilayah Jawa Barat.

Langkah strategis ini berlangsung selama sepekan pada 18–23 September 2026 demi menjaga ketersediaan sumber daya air sekaligus mengantisipasi dampak musim kemarau.

​Operasi masif ini merupakan wujud nyata kolaborasi lintas instansi. Mulai dari BMKG, Skadron Udara 4 Wing Udara 1.2 Grup 1 Angkut Lanud Abdulrachman Saleh, Perum Jasa Tirta II, PLN Nusantara Power, PLN Indonesia Power, hingga Kementerian Pekerjaan Umum.

​Sebagai pangkalan pendukung utama, Lanud Husein Sastranegara memegang peranan vital. Mulai dari penyediaan fasilitas penerbangan, koordinasi intensif dengan instansi terkait, hingga menjamin aspek pengamanan selama operasi berlangsung.

Dukungan tersebut merefleksikan komitmen kuat TNI Angkatan Udara dalam menyukseskan program pemerintah lewat pemanfaatan teknologi demi kepentingan masyarakat luas.

​Kasi Base Ops Lanud Husein Sastranegara Kapten Lek Supriyadi, mewakili Komandan Lanud Husein Sastranegara Marsma TNI MD. Irman Fathurrahman, S.E., M.M., menegaskan bahwa Operasi TMC menjadi solusi strategis menghadapi ancaman kekeringan di Jawa Barat.

​“Kami berharap Operasi TMC ini memberikan manfaat nyata dalam menjaga ketersediaan air serta mendukung ketahanan sumber daya air. Sehingga, kebutuhan masyarakat, sektor pertanian, dan sektor-sektor lainnya dapat tetap terpenuhi dengan baik,” ujar Komandan Lanud dalam pesan yang disampaikan Kapten Supriyadi.

​Hal senada diungkapkan Kapten Pnb Yanuar Ridholulloh. Ia menjelaskan, eksekusi Operasi TMC menggunakan pesawat Cassa NC-212i A-2114 milik Skadron Udara 4 Wing Udara 1.2 Grup 1 Angkut Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur.

Pesawat tersebut telah di-setting khusus membawa peralatan penyemaian awan (cloud seeding) di atas langit wilayah sasaran.

​“Dengan sinergi seluruh pemangku kepentingan, operasi ini diharapkan mampu mendongkrak debit air di sejumlah waduk strategis, memperkuat cadangan air, sekaligus menekan risiko kekeringan di berbagai wilayah Jawa Barat selama musim kemarau,” pungkasnya. (AM)