oleh

Terdampak Pandemi 3.000 Lebih Seniman Musik Melayu di Garut Kehilangan Mata Pencaharian

KAPOL.ID – Sekitar 3.000 lebih pelaku seni di bawah binaan Persatuan Artis dan Musisi Melayu Indonesia (PAMMI) Kabupaten Garut kini kehilangan penghasilan.

Setelah pemerintah menerapkan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) nyaris tidak ada orang yang menggelar hajatan.

Kalaupun ada perkawinan dilakukan secara diam-diam atau terbatas, tanpa ada pesta besar yang disertai hiburan musik seperti layaknya pesta-pesta pernikahan sebelumnya.

Masalah ini pun diakui Ketua DPC Persatuan Artis Musik Melayu Dangdut Indonesia (PAMMI) Kabupaten Garut, Anting Irawan RG.

Meski demikian kata Anting, para penyanyi dan Musisi yang ada bisa menerima kenyataan yang tidak pernah terduga sebelumnya, karena aturan yang dibuat pemerintah sudah tentu dilakukan untuk keselamatan masyarakat dari ancaman virus covid-19.

Anting menerangkan, semenjak PAMMI terbentuk di Kabupaten Garut, kini terdapat sebanyak 3.000 lebih anggota yang terdiri dari artis penyanyi dan musisi.

Mereka masuk di beberapa kelompok yang tersebar di sejumlah Korwil, seperti Korwil 1 meliputi tujuh kecamatan, Korwil 2 empat kecamatan dan Korwil 3 tiga kecamatan, ditambah Korwil Garut utara tujuh kecamatan serta Korwil Selatan 13 kecamatan.

Keseharian mereka adalah berkesenian atau menjual jasa lewat seni yang ditekuninya dari panggung ke panggung, terutama di musim-musim hajatan nikahan.

Pantas kata Anting, kalau keberadaan penyanyi dan musisi yang berada di bawah naungan PAMMI sekitar 95 % tidak memiliki penghasilan lain selain bernyanyi dan bermusik, karena dalam kesehariannya selain pentas dari panggung-ke panggung, waktu-waktu luang mereka biasa digunakan untuk latihan atau kumpul-kumpul sekedar silaturahmi dan sering.

“Bayangkan saja, setelah diberlakukan PSBB tidak ada satu pun masyarakat yang melakukan pesta hajatan. Otomatis, kalau tidak ada yang hajat tidak akan ada penggilan bagi para pelaku seni, dan kalau tidak ada panggilan, berarti mereka tidak akan punya penghasilan,” kata Anting.

Masih bersyukur katanya, pemerintah masih memperhatikan masyarakatnya melalui berbagai bantuan dari mulai bantuan Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten hingga desa. Meski tidak seberapa nilainya kata Anting, tapi perhatian itu setidaknya dapat membantu perekonomian pelaku seni yang tengah lumpuh.

“Meski demikian keadaannya, masih bersukur, para pelaku seni di Garut khususnya yang berada di bawah naungan PAMMI masih sadar, bahkan mereka tetap masih peduli terhadap keberadaan sesamanya yang tengah tertimpa bencan,” imbuhnya.

Itu dibuktikan ketika PAMMI Garut bekerja sama dengan PAMMI Bandung Barat kemarin bisa menyambangi para korban bencana di wilayah Garut Selatan.

Walau tidak seberapa nilainnya lanjut Anting, setidaknya sudah mampu ikut berpartisifasi membantu keluarga penyanyi dan musisi di wilayah Garut Selatan yang terdampak bencana.

Demikian halnya tutur Anting, jika ada salah seorang anggota yang sakit, secara bergotong royong seluruh anggota masih bisa menyisihkan rezekinya utnuk membantu. [Anang KN]

Komentar