Terduga Teroris Dicokok di Cibarengkok

  • Bagikan

KAPOL.ID – Bupati Pangandaran kaget setelah mendengar informasi ada dua warga Desa Cijulang Kecamatan Cijulang Pangandaran — berinisial 0 dan R — dijemput Densus 88 Anti Teror Mabes Polri.

“Saya tidak bisa menyampaikan apa-apa karena kewenangannya ada di pusat,” kata Jeje Wiradinata.

Menurutnya di lingkungan sendiri sejak diamankannya dua warga Cijulang tersebut tidak ada dinamika apapun. Dan itu berlaku 24 jam sejak penangkapan.

“Kita juga kaget saat ada kabar penangkapan dua warga oleh Densus 88 Mabes Polri,” tuturnya.

Kepala Desa Cijulang, Yayan tidak membantah berita itu. Dua orang warganya diduga masuk jaringan terlarang dan dirinya juga dimintai bersama kepala dusun untuk menyaksikan penggeledahan dirumah itu.

“Saya bersama kepala dusun untuk menjadi saksi penggeledahan di rumah kedua warga itu oleh polisi,” katanya.

Orang tua kandung terduga berinisial R (24), Sopyan Anwar (62), pun mengakui anaknya dijemput polisi, hari Rabu (16/6/2021) selepas Asar.

Menurutnya, polisi yang mendatangi rumahnya berbaju preman tetapi tidak terlihat membawa senjata dan mereka dengan tegas berkata jika anaknya itu terlibat jaringan terorisme.

Selain membawa anaknya, Sopyan juga mengatakan polisi sempat melakukan penggeledahan di rumahnya, terutama di kamar R.

Menurut dia, beberapa bulan lalu anaknya sempat ikut pengajian “Sorogan” ke Ustad O tetapi bukan belajar yang aneh-aneh dan belakangan R juga sudah tak ikut mengaji ke Ustad O lagi, karena R sempat bilang paham Ustad O agak berbeda.

Tapi dirinya menduga anaknya itu ikut menjadi anggota grup tertentu di Facebook dan aplikasi perpesanan.

Baca juga: Bupati Pangandaran Kaget, Warganya Dijemput Densus 88

  • Bagikan