KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) – Di balik padatnya agenda peliputan sidang yang nyaris tanpa jeda, para jurnalis yang sehari-hari bertugas di Pengadilan Negeri Bandung memiliki cara sederhana untuk menjaga kekompakan. Mereka memilih berkumpul, bersilaturahmi, sekaligus melepas penat melalui kegiatan touring dan mancing di kawasan Cangkuang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Sabtu-Minggu (11-12/7/2026).
Mengusung tema “Silaturahmi, Guyub, Solid dalam Kebersamaan”, kegiatan yang digelar Jurnalis Hukum Bandung (JHB) itu bukan sekadar agenda rekreasi. Momen tersebut menjadi ruang mempererat persaudaraan, membangun solidaritas, sekaligus memperkuat sinergi di antara para wartawan lintas media yang setiap hari mengawal berbagai proses persidangan, terutama perkara tindak pidana korupsi di Pengadilan Tipikor Bandung.
Sejak perjalanan dimulai hingga tiba di lokasi wisata, suasana penuh keakraban begitu terasa. Canda, tawa, hingga diskusi ringan mengiringi kebersamaan para anggota JHB yang selama ini lebih banyak bertemu di ruang sidang.
Ketua Jurnalis Hukum Bandung, Suyono, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda organisasi untuk menjaga kekompakan seluruh anggota agar tetap solid dalam menjalankan tugas jurnalistik.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kami memperkuat silaturahmi dan rasa kebersamaan di antara jurnalis yang sehari-hari melakukan peliputan di Pengadilan Negeri Bandung. Kekompakan ini harus terus dijaga agar JHB tetap menjadi wadah yang guyub, solid, dan saling mendukung,” ujarnya.
Menurut Suyono, hubungan yang harmonis antarsesama jurnalis akan berdampak positif terhadap kualitas kerja di lapangan. Meski berasal dari berbagai perusahaan media dengan karakter dan kebijakan redaksi yang berbeda, seluruh anggota JHB memiliki tanggung jawab yang sama, yakni menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Ia berharap kegiatan di Garut tersebut menjadi momentum untuk semakin mempererat tali persaudaraan sehingga para jurnalis tetap kompak dalam mengawal berbagai perkara yang menjadi perhatian publik.
“Persidangan kasus-kasus dugaan korupsi, baik yang terjadi di Kota Bandung, Jawa Barat maupun perkara dari berbagai daerah yang disidangkan di Pengadilan Tipikor Bandung, selalu menjadi perhatian masyarakat. Karena itu kami berkomitmen untuk terus mengawal setiap proses persidangan secara profesional dan transparan,” katanya.
Komitmen tersebut, lanjut Suyono, merupakan bagian dari tanggung jawab insan pers dalam menjalankan fungsi kontrol sosial. Melalui pemberitaan yang objektif dan berimbang, masyarakat diharapkan memperoleh informasi yang utuh mengenai proses penegakan hukum yang berlangsung di Pengadilan Tipikor Bandung.
Sementara itu, Dewan Penasehat JHB, Alif, mengapresiasi kekompakan yang selama ini terus terjaga di tubuh organisasi.
Menurutnya, semangat kebersamaan tidak hanya terlihat saat mengikuti kegiatan seperti touring dan mancing, tetapi juga ketika para anggota menjalankan tugas peliputan di ruang sidang.
“Saya sangat mengapresiasi kekompakan teman-teman JHB. Kebersamaan ini bukan hanya terlihat saat berkumpul dalam kegiatan seperti sekarang, tetapi juga ketika menjalankan peliputan berbagai perkara di Pengadilan Tipikor Bandung. Semangat saling mendukung dan menjaga kebersamaan inilah yang harus terus dipertahankan,” ujarnya.
Alif menilai, soliditas yang dimiliki JHB menjadi modal penting dalam membangun ekosistem jurnalistik yang sehat. Dengan hubungan yang harmonis, para jurnalis dapat saling bertukar informasi, menjaga etika profesi, serta menghadirkan pemberitaan yang berkualitas bagi masyarakat.
“Intinya, saya berharap kekompakan ini harus terus dijaga oleh JHB,” pungkasnya.
Kegiatan sederhana yang dikemas dalam suasana kekeluargaan itu kembali menegaskan bahwa di tengah tingginya dinamika peliputan perkara hukum, semangat persaudaraan tetap menjadi kekuatan utama para jurnalis. Dari kebersamaan itulah lahir energi untuk terus mengawal penegakan hukum secara profesional, menghadirkan informasi yang transparan, serta menjaga kepercayaan publik terhadap pers sebagai pilar demokrasi. (AM)








