SUMEDANG, KAPOL.ID – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Kabupaten Sumedang kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang inovatif.
Kali ini, puluhan pelajar tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Sumedang beradu kreativitas dalam ajang Science Expo dan Science Challenge 2026 yang digelar di Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Sabtu (17/10/2026).
Kegiatan edukatif tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Dr. Eka Ganjar Kurniawan. Usai pembukaan, Kadisdik bersama Ketua MGMP IPA Kabupaten Sumedang, Santy Nurmalasari, menyempatkan diri berkeliling meninjau satu per satu stan pameran.
Mereka menyaksikan langsung beragam hasil karya dan proyek sains unik buatan para siswa yang memamerkan penerapan ilmu IPA secara praktis.
Ketua MGMP IPA Kabupaten Sumedang, Santy Nurmalasari menyebutkan, ajang tahunan ini diikuti sebanyak 62 SMP dari berbagai wilayah di Kabupaten Sumedang.
”Dari total 62 sekolah yang berpartisipasi, sebanyak 29 sekolah mengikuti Science Expo, sedangkan sisanya unjuk gigi di ajang Science Challenge,” ujar Santy di lokasi kegiatan.
Santy menjelaskan, untuk Science Expo, setiap sekolah mengirimkan satu tim yang terdiri dari lima siswa. Sementara untuk Science Challenge, tiap tim diisi maksimal tiga siswa.
”Untuk Science Expo ini sudah memasuki tahun kedua pelaksanaan. Sedangkan Science Challenge merupakan inovasi baru yang baru pertama kali diselenggarakan tahun ini,” terangnya.
Ia berharap, kegiatan ini bisa terus dipertahankan menjadi agenda rutin tahunan demi memantik minat bakat, kreativitas, serta kompetensi sains anak-anak di Sumedang.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Dr. Eka Ganjar Kurniawan memberikan apresiasi tinggi atas terobosan yang diinisiasi para guru IPA tersebut. Eka mengaku bangga melihat daya kritis dan keberanian para siswa dalam merancang ide-ide sains.
”Kita menyaksikan sendiri proyek-proyek hebat hasil karya anak-anak kita. Ini membuktikan bahwa pelajar SMP di Sumedang punya kreativitas luar biasa, pola pikir kritis, serta gagasan segar yang melahirkan pembaruan,” puji Eka.
Menurutnya, pembelajaran IPA idealnya tidak hanya berkutat pada teori di dalam kelas semata, tetapi harus menyentuh ranah praktis dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.
”Lewat ajang seperti ini, kita dorong pembelajaran IPA menjadi lebih kontekstual. Siswa jadi makin paham manfaat ilmu pengetahuan dan siap menghadapi tantangan masa depan,” pungkasnya. (JM)






