KAPOL.ID–Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya memastikan tidak memberangkatkan jamaah haji tahun 2020. Menyusul kebijakan pemerintah Arab Saudi yang menunda penerimaan calon haji akibat pandemi Covid-19.
Sementara itu, belakangan jumlah terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Tasikmalaya mengalami lonjakan. Bahkan ruang perawatan pasien Covid-19 RSUD SMC juga sempat penuh.
Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya kemudian memfungsikan wisma haji yang berlokasi di kompleks Islamic Center (IC) sebagai pusat ruang isolasi pasien positif Covid-19. Kebijakan ini berlaku sejak Minggu (22/11/2020).
“Memilih wisma haji itu kareda dua alasan. Pertama karena ruang perawatan di SMC sudah penuh. Kedua wisma haji kapasitasnya luas,” ujar Ketua Satgas Covid-19 Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk (DKPP) Kabupaten Tasikmalaya, Atang Sumardi, Senin (23/11/2020).
Atang juga menandaskan bahwa kebanyakan kasus positif Covid-19 berasal dari luar daerah yang termasuk zona merah. Kemudian yang bersangkutan pulang ke Kabupaten Tasikmalaya, dan menularkan virus corona.
“Intinya kita terus berupaya agar penanganan dan pencegahan Covid-19 di kita dapat tertangani dengan cepat,” pungkas Atang.











