KAPOL.ID –
Sekjen MUI Pusat, Buya Amirsyah memberikan berbagai pesan saat menghadiri undangan Pesantren Amanah Muhammadiyah Kota Tasikmalaya, Minggu (5/6/2022).
Di hadapan para santri, Sekjen MUI menyampaikan pesan agar selalu menghormati guru, menjaga amanah dan jangan disalahgunakan.
“Ada dua hal penyebab kemunduran umat. Pertama karena jauh dari ilmu pengetahuan (malas belajar atau punya ilmu tapi tidak mengamalkan).”
“Kedua karena sibuk menumpuk harta kekayaan sehingga lupa berbuat kebajikan,” kata Buya Amirsyah.
Salah seorang santri Pesantren Amanah kelas 12, Ocep Bambang Satria bertanya terkait banyak perpecahan di antara umat Islam karena informasi dari internet.
Buya menanggapi melalui kutipan surat Alhujurat ayat 6 yakni kalau ada orang fasik bawa berita, periksa apa yang disampaikan, jangan sampai lalai dan akhirnya terjadi kegaduhan.
“Yaman dan Afganistan terjadi perang saudara gara-gara percaya berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.”
“Indonesia jangan sampai terjadi konflik dan diadu domba. Contoh soal vaksin dengan berita negatif, ternyata hampir 60 % berita bohong atau hoak,” katanya.
Diantaranya, lanjut dia, vaksin berbahaya dan lain-lain, ternyata tidak terbukti. Fatwa MUI haram menyebarkan berita bohong dan fitnah serta wajib menyebarkan berita yang benar.
Ia berpesan, santri harus bangga dan bersyukur bisa menamatkan di pesantren, menjadikan ilmu sebagai bekal dunia dan akhirat.
Mengutip istilah ketua PWM Jawa Barat Kiai Suhada, hendaknya kita berjuang dan bersungguh-sungguh di jalan Allah, sehingga kaya di dunia, mati masuk surga.(Ilam)***






