KAPOL.ID – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi PKB, H. Nasir mengatakan, sudah menjadi kewajiban kita semua menjaga marwah Islam.
Bahkan, kita harus tetap menjaga marwah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Menjaga agama saja tak terlalu repot. Menjaga negara pun tak terlalu repot. Karena, menjaga agama dan negara itu tidak cukup dengan kegiatan sosial kemasyarakatan saja,” ucapnya.
Pada acara penutupan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dan Pendidikan Latihan Dasar (Diklatsar) GP Ansor PAC Tanjungkerta, di Pondok Pesantren Al Hikamussalafiyyah, Sabtu (2/7/2022) tersebut, H. Nasir
menegaskan bahwa tidak cukup dengan jumlah NU-nya, tidak cukup dengan Ansornya.
Bahkan, tidak cukup dengan Banser-nya yang berjuta-juta orang, tetapi semua harus dengan kekuatan politik.
“Bagaimana munculnya Undang Undang tentang pesantren, bagaimana munculnya anggaran untuk pesantren dan madrasah jika di eksekutif dan legislatif tidak ada orang NU,” tambahnya.
Dikatakan, itu kewajiban kita semua sebagai Banser NU yang bertugas menjaga agama dan negara.
Dikatakan Nasir, kekuatan politik bisa merubah segala hal tentang negara dan tentang agama.
“Ini, soal bagaimana membuka cara dan menyelamatkan agama serta negara melalui jalur politik,” ujarnya.
Nasir berharap dari peserta pelatihan ada yang maju menjadi calin legislatif.
“Mau dari partai manapun ya terserah. Yang penting, di eksekutif di legislatif ada NU,” ucapnya.
“Beda na saeutik, lamun orang NU cicing di partai anu sejen, manfaatna ngan saukur keur dirina sorangan, teu pikeun lembagana,” ucap nasir sambil tersenyum.
Orang NU yang di partai lain, tidak bisa menyuarakan jargon agama dan negara melalui kebijakan partainya.
Sebab, politik itu di dasari idiologinya, kalau idiloginya PKB sudah jelas NU.
“Sedangkan partai lain, ya tidak,” ujarnya. ***












